kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara mengambil langkah untuk mencari solusi atas belum beroperasinya dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyurati PT Pertamina guna meminta penjelasan sekaligus membahas kendala yang menyebabkan fasilitas tersebut belum melayani masyarakat.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan surat kepada Pertamina telah dikirim dan dalam waktu dekat pemerintah daerah berencana menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami sudah membuat surat ke Pertamina. Insya Allah nanti kami akan rapat dengan Pertamina. Kami berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” kata Najmul, Senin (27/07/2026).
Menurutnya, hingga kini SPBU di Kecamatan Kayangan masih belum dapat beroperasi. Karena itu, Pemkab ingin mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan tersebut, apakah berasal dari kebijakan Pertamina atau berkaitan dengan pihak investor maupun pemilik modal.
“Di Kayangan ini kan belum bisa buka sampai sekarang. Saya ingin bertanya ke Pertamina nanti, kira-kira apa sebabnya. Apakah karena kebijakan Pertamina sendiri atau memang kebijakan pemilik modal,” ujarnya.
Selain mendorong operasional SPBU yang telah dibangun, Pemkab Lombok Utara juga menilai keberadaan SPBU baru di Kecamatan Bayan sangat dibutuhkan. Wilayah tersebut dinilai masih memerlukan akses yang lebih mudah terhadap layanan pengisian bahan bakar.
Meski demikian, Najmul menjelaskan pembangunan SPBU tidak dapat dilakukan langsung oleh pemerintah daerah karena membutuhkan investasi dari pihak swasta.
“SPBU di Bayan sangat-sangat diperlukan. Tetapi untuk membangun SPBU dibutuhkan orang yang memiliki modal. Pemerintah tidak bisa langsung membangun. Kami berharap ada investor yang melihat bahwa Bayan membutuhkan SPBU karena keberadaannya sangat penting,” jelasnya.
Terkait keluhan masyarakat yang masih mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar akibat belum beroperasinya SPBU tersebut, Najmul menegaskan pemerintah daerah akan terlebih dahulu mendengarkan penjelasan dari Pertamina sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Suratnya sudah kami buat. Nanti kami akan berdiskusi dengan Pertamina dan mendengarkan keputusannya,” tutupnya. (gii/*)




