Dari balik jeruji, Warga Binaan Lapas Lombok Barat raup penghasilan dari menjahit

Warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat. (foto kicknews.today/wn)
kicknews.today – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, semangat untuk bangkit dan memperbaiki diri terus tumbuh. Sejumlah warga binaan memanfaatkan masa tahanan dengan mengasah berbagai keterampilan, mulai dari menjahit hingga membatik.
Salah satunya adalah Syarif, warga binaan asal Gunungsari. Dengan penuh ketelitian, ia terlihat sibuk menyelesaikan jahitan baju di ruang pelatihan keterampilan, Senin (17/8/2026).
Syarif mengaku sebelum menjalani masa tahanan, dirinya tidak memiliki keterampilan menjahit. Namun, selama dua tahun berada di dalam lapas, ia terus belajar hingga akhirnya mampu menguasai berbagai teknik menjahit.
“Kita semua di sini diajarkan dari nol sampai bisa, seperti menjahit, membuat pola baju, dan mengobras baju,” ujar Syarif.
Saat ini, ia bersama warga binaan lainnya sedang menyelesaikan pesanan 400 kaos dari Jawa. Setiap baju yang berhasil diselesaikan akan diberikan upah yang nantinya ditabung sebagai bekal setelah bebas.
“Sekarang ini ada pesanan 400 baju kaos dari Jawa dan kita kerjakan bersama. Nanti, setiap satu baju, kita diberikan fee Rp2.000. Uangnya ditabung dan akan diberikan setelah kami bebas untuk menjadi bekal pulang,” jelasnya.
Tak hanya menjahit, aktivitas membatik juga menjadi salah satu keterampilan yang dikembangkan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat.
Agus, warga binaan yang telah menjalani masa tahanan selama enam tahun, menunjukkan hasil karya batiknya dengan penuh semangat.
“Ini ada pesanan dengan harga sekitar Rp700 ribuan. Nanti kami mendapatkan fee sebesar 30 persen,” kata Agus.
Menurutnya, kegiatan keterampilan yang diberikan pihak lapas menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
“Kegiatan ini memberi kami kesempatan untuk berkarya dan belajar. Kami berharap hasil kerja kami dapat memuaskan pemesan dan memberikan bekal untuk masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi terhadap program pembinaan yang dijalankan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat.
“Bagus. Kerja sama antara Pemprov NTB, khususnya dengan Dekranasda Provinsi, juga sangat baik. Di mana pun Dekranasda tampil, produk-produk mereka selalu dibawa,” kata Gubernur Iqbal.
Ia berharap pembinaan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan dapat menjadi peluang untuk membangun karier setelah mereka menyelesaikan masa hukuman.
“Produk-produk yang dihasilkan sangat bagus. Kemarin, kita meminta agar pelatih datang langsung ke sini untuk membina mereka. Kepentingan kita semua adalah melihat mereka keluar dari sini menjadi orang baik, orang baru, dan orang yang bermanfaat,” ujarnya.
Program pembinaan keterampilan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai wadah rehabilitasi dan pembentukan karakter.
Melalui berbagai aktivitas positif tersebut, diharapkan stigma negatif terhadap mantan narapidana dapat berkurang, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk memulai lembaran baru setelah kembali ke tengah masyarakat. (wii)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI