Bukan sekadar kejuaraan, MRS disiapkan jadi tangga pembalap muda Indonesia ke panggung Dunia

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola (kiri) Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita (dua dari kiri) Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto (dua dari kanan) dan CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra (kanan). (Foto. kicknews.today/Anggi)
rokok ilegal

kicknews.today – Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendorong Mandalika Racing Series (MRS) terus diperkuat sebagai wadah pembinaan sekaligus jenjang kompetisi bagi pembalap muda Indonesia untuk menembus kejuaraan balap tingkat Asia hingga dunia.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, saat menghadiri putaran final Pertamina Mandalika Racing Series 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (8/11/2026).

 

Moreno mengapresiasi konsistensi PRIDE Motorsport sebagai promotor, dukungan Pertamina selaku sponsor utama, serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dalam membangun ekosistem motorsport nasional, khususnya balap motor roda dua.

 

Menurutnya, MRS memiliki peran strategis dalam membangun piramida pembinaan pembalap sejak usia dini. Pembinaan tersebut dimulai dari usia 6 hingga 8 tahun, berlanjut ke kelas mini GP pada rentang usia 8 hingga 12 tahun, sebelum memasuki kompetisi MRS dan jenjang kejuaraan nasional yang lebih tinggi.

 

Untuk memperkuat proses tersebut, IMI bersama Pertamina, MGPA, dan promotor tengah menyiapkan basis data pembalap. Data tersebut akan memuat rekam jejak kompetisi, prestasi, hingga peringkat pembalap sebagai bahan evaluasi dan pemetaan talenta potensial.

 

“Jadi saat ini saya bersama dengan MRS, Pertamina dan MGPA membuat bank data untuk para pembalap. Dari situ akan terlihat prestasi mereka, pernah berlaga di mana saja, hingga siapa yang berada di peringkat satu, dua dan tiga,” ungkap Moreno.

 

Data tersebut nantinya juga menjadi bahan komunikasi dengan pihak Dorna untuk membuka peluang pembalap Indonesia mengikuti jenjang kompetisi internasional, mulai dari Asia Talent Cup hingga Moto3 dan Moto2.

 

Moreno menyebut, sejumlah pembalap Indonesia saat ini telah memiliki peluang untuk bersaing di level Asia. Sementara itu, pembalap dari kelas junior MRS juga dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

 

Namun, dia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pembalap harus berjalan beriringan dengan profesionalisme penyelenggaraan, terutama dalam aspek keselamatan, sportivitas, dan kedisiplinan.

 

Menurutnya, kualitas sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan kemampuan pembalap di lintasan, tetapi juga kesiapan marshal, steward, tenaga medis, pimpinan perlombaan, hingga manajemen tim.

 

“Jangan pembalapnya sudah bagus, tetapi sisi safety-nya ketinggalan. Fairness dan attitude juga harus kita jaga,” tegasnya.

 

Sementara, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menyatakan, komitmen perusahaan untuk terus mendukung pengembangan motorsport nasional melalui Pertamina Mandalika Racing Series.

 

Dia menyebut, 2026 menjadi tahun keempat Pertamina mendukung penyelenggaraan MRS. Ajang tersebut dinilai menjadi salah satu ruang penting dalam melahirkan talenta-talenta balap Indonesia yang diharapkan mampu bersaing di panggung internasional.

 

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Pertamina turut mendukung kebutuhan bahan bakar balap melalui Pertamax Turbo. Tercatat sekitar 28.000 liter bahan bakar telah digunakan selama rangkaian kegiatan MRS. Dukungan juga diberikan melalui produk pelumas Pertamina Enduro.

 

Arya menegaskan, pengembangan pembalap tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, Pertamina akan terus berkolaborasi dengan IMI, MGPA, dan PRIDE Motorsport dalam menyiapkan mekanisme pembinaan serta seleksi talenta potensial.

 

“Harapannya, dari event ini kita bisa melahirkan pembalap-pembalap Indonesia untuk maju di sirkuit-sirkuit dunia dan meraih prestasi, karena kami hadir untuk membawa nama Indonesia ke depan,” ujarnya.

 

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola menambahkan, keberhasilan membangun ekosistem motorsport membutuhkan pembagian peran dan sinergi yang jelas antara seluruh pemangku kepentingan.

 

Dalam hal ini, IMI bertindak sebagai regulator, PRIDE Motorsport sebagai promotor, Pertamina sebagai sponsor, sedangkan MGPA bertanggung jawab sebagai pengelola sirkuit.

 

Menurut Ananda, standar internasional dan keselamatan sirkuit menjadi fondasi utama untuk menghadirkan kompetisi berkualitas. Ketika kualitas penyelenggaraan meningkat, kepercayaan sponsor akan tumbuh dan peluang melahirkan pembalap berkelas dunia semakin terbuka.

 

Dia mencontohkan sejumlah pembalap Indonesia seperti Veda, Ramadhipa, dan Mario Aji yang menjadi bukti bahwa kompetisi di Mandalika Racing Series dapat menjadi bagian dari perjalanan pembinaan menuju level internasional.

 

Ke depan, MGPA juga membuka peluang pengembangan akademi balap, menghadirkan legenda juara dunia untuk kegiatan track day dan coaching clinic, serta mendorong transfer pengetahuan dari tim-tim internasional kepada pembalap dan mekanik Indonesia.

 

Ananda juga berharap keterlibatan industri otomotif, termasuk pabrikan sepeda motor yang berkompetisi di MRS, semakin diperkuat agar pembinaan tidak hanya bergantung pada dukungan sponsor utama.

 

Di sisi lain, CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra menyampaikan, apresiasi atas dukungan IMI, Pertamina, dan MGPA sehingga kejuaraan nasional tersebut dapat terus terlaksana hingga memasuki tahun keempat.

 

Dia menilai MRS telah menunjukkan hasil positif dengan melahirkan sejumlah pembalap yang mampu berprestasi di tingkat internasional. Bahkan, potensi pembalap dari kelas junior dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan pada musim berikutnya.

 

Meski demikian, Eddy mengakui masih terdapat tantangan dari sisi ketersediaan motor kompetisi, khususnya di kelas 250 cc karena sejumlah tipe motor sudah tidak lagi diproduksi.

 

“Kami berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pabrikan sepeda motor agar kelas tersebut tetap dapat berjalan dan memberikan ruang kompetisi bagi pembalap,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI