kicknews.today – Regenerasi pembalap menjadi salah satu fokus utama PRIDE Motorsport dalam mengembangkan ekosistem balap motor nasional. Melalui ajang Mandalika Racing Series (MRS), PRIDE mulai memetakan sejumlah talenta muda yang diproyeksikan mampu bersaing dan membawa nama Indonesia di kompetisi internasional.
CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra mengatakan, pembinaan kini lebih diarahkan kepada pembalap kelas Under 250 (U250) dan Under 150 (U150), yang mayoritas masih berusia 11 hingga 15 tahun.
Menurutnya, kelompok usia tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pembalap profesional. Sejumlah nama seperti Abit, Bintang dari Honda, dan Kency mulai masuk dalam perhatian untuk dipersiapkan menghadapi persaingan balap di level yang lebih tinggi.
Eddy menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan, para pembalap muda tersebut dapat menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di ajang internasional.
“Kalau dulu mungkin hanya Feda dan Ramadipa, sekarang ada sekitar 10 sampai 20 pembalap yang punya potensi untuk bersaing di level internasional,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pembalap di kelas 600 cc saat ini relatif sudah matang dan memiliki pengalaman internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah berkompetisi di Asia Road Racing Championship (ARRC), seperti Herjun, Wahyu Nugroho, serta Arbi yang pernah berlaga di Moto3.
Karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan regenerasi berjalan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pembalap senior, tetapi juga memiliki stok talenta muda yang siap melanjutkan prestasi di masa mendatang.
Persaingan di MRS 2026 sendiri masih berlangsung ketat. Herjun telah memastikan gelar juara kelas 600 cc, sementara perebutan gelar di kelas 250 cc dan U250 Junior masih berlanjut. Adapun Rizki telah mengunci gelar di kelas 150 cc dan memilih melanjutkan kiprahnya di balapan internasional Qatar.
Di luar persaingan lintasan, MRS 2026 juga menghadirkan bentuk apresiasi berbeda bagi para pembalap. Tahun ini, peraih juara pertama mendapatkan medali berlapis emas murni yang didukung Rafael melalui perusahaan Nur Dinar.
Nilai setiap medali diperkirakan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta dan dilengkapi sertifikat. Penghargaan tersebut juga diberikan kepada peraih Superpole sejak awal musim serta juara umum.
Eddy berharap penghargaan istimewa itu dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pembalap sekaligus menjadi kenang-kenangan atas perjuangan mereka sepanjang musim kompetisi.
“Dengan semakin banyaknya talenta muda yang bermunculan, kami berharap Mandalika Racing Series tidak sekadar menjadi kompetisi balap nasional, tetapi juga menjadi jalur pembinaan untuk melahirkan generasi baru pembalap Indonesia yang mampu bersaing di panggung dunia,” tutupnya. (gii/*)



