kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Salah satu langkah yang dilakukan yakni belajar langsung dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang berhasil mencatatkan capaian SPM sebesar 99,75 persen dan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Pemkab Lombok Utara ke Balai Kota Yogyakarta, Kamis (5/11/2026). Rombongan dipimpin Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri dan diterima Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan di Ruang Yudistira.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Kusmalahadi didampingi Inspektur Inspektorat KLU Heryanto, Kepala Bappeda Ir. Hermanto, Kepala Bagian Pemerintahan Suparman, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu urusan SPM.
Sementara, Wakil Wali Kota Yogyakarta turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Inspektur Kota, Kepala Bappeda, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Bagian Tata Pemerintahan, serta Kepala Bagian Umum dan Protokol.
Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpemerintah daerah, tetapi juga kesempatan untuk menggali pengalaman dan strategi dalam meningkatkan pencapaian SPM.
Menurutnya, capaian Kota Yogyakarta yang mencapai 99,75 persen menjadi alasan Pemkab Lombok Utara menjadikan daerah tersebut sebagai referensi dalam memperkuat penyelenggaraan pelayanan dasar.
“Kami ke sini selain bersilaturahmi, tentunya untuk belajar. Melihat Pemkot Yogyakarta telah tuntas paripurna SPM dengan capaian 99,75 persen dan menjadi yang terbaik secara nasional,” ungkapnya.
Kusmalahadi berharap, melalui pertemuan tersebut, Pemkab Lombok Utara dapat mengetahui berbagai strategi, inovasi, serta pola koordinasi yang diterapkan Pemkot Yogyakarta sehingga mampu mencapai hasil optimal dalam pemenuhan SPM.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menjelaskan, keberhasilan daerahnya dalam mencapai target SPM tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan secara konsisten oleh masing-masing OPD.
Namun, menurutnya, inovasi saja tidak cukup tanpa didukung kolaborasi dan sinergi yang kuat antarperangkat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Banyak inovasi-inovasi yang kami lakukan sehingga SPM bisa tercapai dengan baik. Yang tidak kalah penting adalah sinergi yang kuat,” jelas Wawan.
Dia menambahkan, pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Yogyakarta juga didukung kolaborasi berbagai pihak, termasuk Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (*/*)


