kicknews.today – Upaya lima desa di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana mendapat perhatian Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Dalam kunjungannya ke Pasar Kawasan Pemenang, Rabu (4/11), Brazier melihat langsung bagaimana kolaborasi antardesa mampu menghubungkan kesiapsiagaan bencana dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Lima desa yang terlibat dalam kolaborasi tersebut yakni Desa Gili Indah, Malaka, Pemenang Barat, Pemenang Timur, dan Menggala. Melalui Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), kelima desa ini membangun kerja sama dalam tiga sektor utama, yaitu penanggulangan bencana, ketahanan ekonomi, dan pengelolaan sampah.
Brazier mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai menjadi contoh bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.
“Saya senang sekali dapat mengunjungi Pasar Pemenang karena pasar ini merupakan contoh nyata bagaimana upaya pemulihan pascagempa tahun 2018 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Brazier meninjau sejumlah produk UMKM lokal, berdialog dengan perempuan pelaku usaha, sekaligus mendengarkan pengalaman masyarakat dalam membangun sistem evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Beragam produk lokal diperkenalkan, mulai dari minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), sabun, keripik nangka, rempeyek, aneka makanan olahan hingga kerajinan perhiasan.
Dia mengaku terkesan dengan semangat perempuan pelaku UMKM yang mampu membangun usaha secara mandiri dan menghasilkan produk yang berpotensi dipasarkan lebih luas, termasuk kepada wisatawan mancanegara.
“Saya sangat terkesan saat bertemu ibu-ibu pemilik UMKM yang berani membangun bisnis sendiri, membuat produk berkualitas seperti keripik, VCO, dan sabun, serta siap memasarkannya kepada wisatawan mancanegara,” katanya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabudin mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengubah pengalaman menghadapi bencana menjadi kekuatan untuk membangun ekonomi lokal.
Menurutnya, pengalaman gempa bumi 2018 dan pandemi COVID-19 memberikan pelajaran penting mengenai besarnya dampak bencana terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kawasan.
“Pengalaman gempa dan pandemi COVID-19 menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap perekonomian daerah. Kerja sama ini sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat serta kapasitas para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Sahabudin berharap praktik baik yang telah berkembang di Kecamatan Pemenang dapat terus diperkuat dan direplikasi di kecamatan lain di Lombok Utara.
Di sisi lain, Ketua BKAD Ahmad Rahmatullah menjelaskan, kerja sama lima desa tersebut mulai dibangun sejak 2024 sebagai upaya menyatukan potensi dan sumber daya antardesa.
Salah satu wujud nyata kolaborasi itu terlihat dari pembangunan Pasar Kawasan Pemenang. Masing-masing desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 juta sehingga terkumpul investasi bersama senilai Rp300 juta.
Pasar tersebut kemudian dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kecamatan Pemenang. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat pemasaran produk UMKM, tetapi juga membuka ruang keterhubungan ekonomi antara Desa Gili Indah yang menjadi salah satu pusat pariwisata dengan desa-desa di wilayah daratan.
Selain penguatan ekonomi, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk membangun mekanisme kesiapsiagaan dan evakuasi bersama dengan memanfaatkan pengalaman masyarakat menghadapi berbagai bencana sebelumnya.
Upaya ini mendapat dukungan melalui Program SIAP SIAGA, Kemitraan Australia–Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana, bersama KONSEPSI sebagai mitra pendamping. Program tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pemerintah desa, BKAD, BUMDesma, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk memperkuat keterkaitan antara pengurangan risiko bencana dan ketahanan ekonomi.
Brazier mengapresiasi kepemimpinan pemerintah daerah dan desa serta keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun ketangguhan kawasan. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami percaya bahwa masyarakat yang tangguh adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.
Dia berharap pengalaman kolaborasi lima desa di Kecamatan Pemenang dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia dalam membangun kesiapsiagaan bencana sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Semoga praktik baik yang telah dikembangkan di Pemenang dapat terus diperkuat dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia,” pungkasnya. (*/*)


