Kedubes Australia kunjungi Pasar Pemenang, BPBD KLU paparkan 11 ancaman bencana

Kepala BPBD KLU, M Zaldy Rahadian saat memaparkan berbagai upaya penguatan kapasitas masyarakat serta pemetaan potensi ancaman bencana di Lombok Utara kepada Kedubes Australia. (Foto. kicknews.today/anggi)

kicknews.today – Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia ke Pasar Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam kesempatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU memaparkan berbagai upaya penguatan kapasitas masyarakat serta pemetaan potensi ancaman bencana di daerah.

 

Kepala BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian menjelaskan bahwa selama ini pemerintah daerah terus membangun kesiapsiagaan melalui berbagai kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas bersama masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya menyasar warga, tetapi juga melibatkan pemerintah desa, pelaku usaha, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai unsur terkait lainnya.

 

Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara telah memiliki Kajian Risiko Bencana (KRB) sejak 2021. Dalam kajian tersebut, teridentifikasi sebanyak 11 ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah KLU, terdiri atas 10 jenis bencana alam dan satu bencana nonalam.

 

“Sebagai informasi, pada 2021 kita sudah memiliki Kajian Risiko Bencana. Ada 11 ancaman bencana di sini, satu bencana nonalam dan 10 bencana alam,” jelasnya, Rabu (4/11/2026)

 

Zaldy menyebutkan, saat ini BPBD KLU tengah melakukan pembaruan dokumen KRB yang telah disusun lima tahun lalu. Proses pembaruan tersebut hampir rampung dan telah memasuki tahapan asistensi kelima bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Pembaruan kajian ini dinilai penting untuk menyesuaikan pemetaan risiko dengan perkembangan kondisi wilayah serta menjadi dasar dalam memperkuat langkah mitigasi dan penanggulangan bencana ke depan.

 

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa pengalaman gempa bumi pada 2018 menjadi salah satu pembelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan. Saat ini, BPBD dan Kantor Bupati KLU telah dilengkapi perangkat pemantauan informasi gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memberikan informasi kejadian gempa selama 24 jam.

 

Menurut Zaldy, aktivitas gempa di wilayah Lombok Utara hingga kini masih relatif sering terjadi. Namun, sebagian besar gempa yang terpantau memiliki magnitudo kecil, berkisar antara 2 hingga 3, dan sesekali mencapai magnitudo 5. Kondisi tersebut berbeda dengan gempa besar yang melanda Lombok pada 2018.

 

Di sisi lain, BPBD KLU juga mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring memasuki musim hujan. Zaldy mengatakan, kondisi cuaca ekstrem pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino turut menjadi perhatian karena menyebabkan suhu udara terasa lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Dia menambahkan, BNPB telah mengeluarkan delapan langkah antisipasi yang perlu dilaksanakan secara bersama-sama oleh pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

 

Terlebih, karakteristik geografis Lombok Utara memiliki tantangan tersendiri. Wilayah yang membentang dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan tersebut memiliki kawasan pesisir yang cukup panjang, sekaligus didominasi wilayah perbukitan dan pegunungan.

 

“Kalau melihat topografi Lombok Utara, sekitar 30 persen merupakan wilayah datar dan 70 persen pegunungan. Karena itu, potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor juga perlu menjadi perhatian,” paparnya.

 

BPBD KLU berharap penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan berbagai pihak dapat terus dilakukan. “Untuk itu, kesiapsiagaan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kesadaran bersama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana di Lombok Utara,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI