Ayam Rarang Khas Lombok Timur kini hadir di Kota Mataram

Menu ayam rarang bang adi yang berlokasi di jempong samping dealer honda kota Mataram (foto kicknews.today/wn)

kicknews.today – Pecinta kuliner khas Lombok kini punya pilihan baru di Kota Mataram. Ayam Rarang, kuliner legendaris dari Desa Rarang, Kabupaten Lombok Timur, kini bisa dinikmati lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan ke daerah asalnya.

Kehadiran rumah makan Ayam Rarang Bang Adi di Kota Mataram menjadi upaya memperkenalkan sekaligus menjaga eksistensi kuliner tradisional Lombok di tengah maraknya menu makanan modern.

Owner Ayam Rarang Bang Adi, Adi Herwahyudi, mengatakan kuliner khas daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, kuliner tradisional tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menjadi identitas yang melekat pada suatu daerah.

“Kuliner khas Lombok itu perlu kita wariskan dan jaga, sehingga orang kalau ingat menu kuliner tersebut pasti akan datang ke daerah tersebut,” ujar Adi saat ditemui di tengah kesibukannya melayani pembeli pada hari pertama pembukaan cabang di Kota Mataram, Senin (26/10/2026).

Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin beragam, Adi memilih mempertahankan keunikan Ayam Rarang sebagai menu andalan. Baginya, kekuatan utama kuliner ini terletak pada racikan bumbu yang menghasilkan perpaduan rasa gurih dan pedas.

Sekilas, tampilan Ayam Rarang dengan balutan cabai merah dan cabai rawit memang terlihat sangat pedas. Namun, sensasi rasanya tidak selalu sepedas yang dibayangkan.

“Kalau yang membedakan dengan yang lain, mungkin ada pada bumbunya. Meskipun tampilannya sangat pedas dengan cabai rawit dan cabai merah, rasa Ayam Rarang cenderung gurih-pedas dan tidak sepedas kelihatannya,” jelasnya.

Cita rasa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin menikmati kuliner khas Lombok dengan karakter bumbu yang kuat.

Adi juga sengaja tidak menghadirkan terlalu banyak pilihan menu. Strategi itu dilakukan agar usaha yang dirintisnya tetap fokus pada sajian khas sekaligus mempercepat pelayanan kepada pelanggan.

“Simpel saja, tidak seperti rumah makan lain yang banyak menu. Di sini saya menjual khasnya, yang dibawa langsung ke Kota Mataram dari Lombok Timur. Yang penting cepat saji, karena orang datang ke sini pasti lapar dan ingin penyajiannya cepat,” ungkapnya.

Dari sisi harga, Ayam Rarang Bang Adi menawarkan sejumlah pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Satu porsi lengkap dibanderol Rp40 ribu. Sajian tersebut terdiri atas ayam rarang, nasi, sayur bening, sambal bawang, dan kedelai.

Bagi pelanggan yang membutuhkan pilihan lebih praktis, tersedia pula nasi bungkus dengan harga mulai Rp15 ribu hingga kisaran Rp20 ribuan.

“Satu porsi lengkap ini ada sayur bening, ayam rarang, sambal bawang, kedelai, dan nasi, itu Rp40 ribu. Di sini juga tersedia nasi bungkus dari harga Rp15 ribu dan Rp20 ribuan,” terang Adi.

Pilihan menu tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelanggan yang ingin makan langsung di tempat hingga mereka yang membutuhkan hidangan praktis untuk dibawa pulang.

Tak hanya mengandalkan pelanggan yang datang langsung, Ayam Rarang Bang Adi juga berupaya memperluas jangkauan pasar melalui layanan pesan antar digital.

Adi mengungkapkan, pihaknya tengah memproses pendaftaran di sejumlah platform, seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Dengan layanan tersebut, pelanggan nantinya diharapkan bisa menikmati Ayam Rarang tanpa harus datang langsung ke rumah makan.

“Ini lagi proses. Nanti bisa pesan antar,” tutup Adi.

Kehadiran Ayam Rarang di Kota Mataram menjadi salah satu upaya membawa kuliner khas daerah lebih dekat kepada masyarakat. Di tengah perkembangan tren makanan modern, cita rasa tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang melalui inovasi pemasaran tanpa meninggalkan keasliannya.

Bagi pecinta kuliner, Ayam Rarang bukan sekadar hidangan berbumbu cabai, melainkan bagian dari kekayaan kuliner Lombok yang terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. (wii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Bq wina

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI