kicknews.today – Kemarau panjang menekan produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani atau PDAM Lombok Tengah. Kapasitas produksi di sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) turun hingga 50 persen sehingga perusahaan menerapkan distribusi bergilir kepada pelanggan.
Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo, mengatakan berkurangnya air baku membuat pelayanan harus disesuaikan. Penggiliran dilakukan agar pasokan tetap menjangkau pelanggan hingga bagian hilir jaringan perpipaan.
“Dengan kondisi penurunan produksi di beberapa SPAM saat ini, kami memberlakukan jadwal bergilir agar pelayanan air bersih dapat merata sampai ke hilir,” kata Bambang, Jumat (23/10/2026).
Pelanggan diminta menghemat penggunaan air dan menyediakan tempat penampungan. Cadangan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika wilayah mereka belum mendapat giliran aliran air.
Selain mengatur distribusi melalui pipa, PDAM telah menyalurkan 135 tangki air bersih selama musim kemarau. Sebanyak 75 tangki disalurkan bersama BPBD Lombok Tengah, sedangkan 60 tangki lainnya untuk memenuhi permintaan masyarakat melalui PDAM.
Pada Jumat yang sama, pegawai PDAM juga melaksanakan salat Istisqa di halaman kantor untuk memohon turunnya hujan.
Baca juga: Kapan sebenarnya musim hujan mulai di NTB?
Tekanan pasokan sebelumnya dijelaskan Pelaksana Tugas Direktur Operasional PDAM Lombok Tengah, Lalu Hasnan Hariadi. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak di Kecamatan Praya Barat, yang mengandalkan air baku Bendungan Batujai.
Dalam keterangannya pada Rabu (21/10/2026), Hasnan menyebut pasokan air baku ke instalasi tersebut tinggal sekitar 40–50 liter per detik. Padahal, kebutuhan normalnya mencapai 135 liter per detik untuk menghasilkan air bersih bagi hampir 10.000 pelanggan di Pujut, Praya Barat, dan Praya Barat Daya.
Produksi air bersih IPA Penujak kini hanya sekitar 40 liter per detik, dibandingkan kebutuhan pelayanan ideal sebesar 100 liter per detik. Menurut Hasnan, kondisi itu membuat sekitar 60 persen pelanggan yang dilayani sistem tersebut tidak memperoleh pelayanan maksimal.
Penggiliran dilakukan pada jaringan yang menggunakan pengolahan maupun sistem gravitasi. Sementara mobil tangki dioptimalkan untuk menjangkau permukiman di dataran tinggi dan ujung jaringan pipa.
Hasnan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan tersebut.
Kesulitan air bersih juga meluas di luar jaringan pelanggan PDAM. BPBD Lombok Tengah mencatat sembilan kecamatan terdampak kekeringan, yakni Praya Timur, Jonggat, Praya Tengah, Pujut, Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Kopang, dan Pringgarata.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lombok Tengah, Lalu Wirya Adi Putra, mengatakan wilayah yang membutuhkan bantuan tahun ini mengalami perubahan. Sebagian daerah mulai terbantu sumber air alternatif, sementara permintaan muncul dari wilayah lain.
“Makanya kita tidak bisa bilang semakin bertambah atau ekstrem. Karena ada yang berkurang tetapi ada yang baru,” kata Wirya, Selasa (20/10/2026).
BPBD masih menghadapi kendala penyaluran ke lokasi dengan jalan menanjak. Kebutuhan bantuan air juga berpotensi meningkat apabila kemarau berlanjut hingga akhir Oktober atau November.
Untuk mendukung penanganan, BPBD menyiapkan anggaran sekitar Rp38 juta bagi distribusi 127 tangki air bersih. Penyaluran dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. (red.)


