kicknews.today – Suhu udara yang terasa panas hingga malam hari belakangan menjadi kondisi yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari posisi semu matahari hingga fenomena El Niño.
Prakiraan suhu udara di wilayah NTB hari ini berada pada kisaran 24–36 derajat Celsius. Sementara itu, suhu pada malam hari diperkirakan berkisar antara 26–28 derajat Celsius, sehingga udara masih dapat terasa gerah meski matahari telah terbenam.
Prakirawan BMKG NTB, Kadek Katriavi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh suhu udara, tetapi juga sejumlah faktor atmosfer dan lingkungan.
Salah satunya adalah posisi semu matahari yang saat ini berada di belahan bumi selatan. Kondisi ini turut memengaruhi penerimaan energi matahari di wilayah tersebut.
Selain itu, minimnya tutupan awan pada musim kemarau membuat radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih maksimal pada siang hari.
Kondisi tersebut, ditambah tingkat kelembapan relatif, dapat memengaruhi bagaimana suhu dirasakan oleh tubuh manusia, termasuk ketika malam tiba.
Faktor lainnya adalah fenomena El Niño yang dapat berkontribusi terhadap kondisi atmosfer lebih kering. Namun, pengaruhnya terhadap cuaca dan suhu di suatu wilayah tetap bergantung pada kondisi atmosfer setempat.
Suhu malam yang masih berada pada kisaran 26–28 derajat Celsius dapat membuat udara terasa kurang sejuk, terutama ketika sirkulasi udara di sekitar lingkungan kurang baik.
Masyarakat diimbau menjaga kenyamanan tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum, mengenakan pakaian yang nyaman, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini. (jr)


