Enam hari pascakebakaran, jejak AIS KMP Putri Yasmin berhenti di tengah laut

KMP Putri Yasmin terlihat dari udara saat mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Enam hari setelah insiden, posisi fisik kapal belum terkonfirmasi secara terbuka, sementara jejak AIS publik tidak lagi diperbarui sejak hari kejadian. Foto: Istimewa
KMP Putri Yasmin terlihat dari udara saat mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Enam hari setelah insiden, posisi fisik kapal belum terkonfirmasi secara terbuka, sementara jejak AIS publik tidak lagi diperbarui sejak hari kejadian. Foto: Istimewa

kicknews.today – Enam hari sudah berlalu sejak KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Padangbai, Bali menuju Lembar, Lombok Barat. Penumpang telah dievakuasi dan pencarian terhadap korban masih berlangsung. Namun ada satu pertanyaan lain yang belum memperoleh jawaban terang: di mana fisik KMP Putri Yasmin sekarang?

Penelusuran kicknews.today melalui layanan pelacakan kapal berbasis Automatic Identification System (AIS) menemukan jejak digital KMP Putri Yasmin berhenti pada hari ketika kebakaran terjadi.

ShipFinder mencatat sinyal AIS terakhir KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus 2026 pukul 07.51.14, beberapa jam setelah insiden kebakaran dilaporkan.

Posisi terakhir tersebut berada pada koordinat sekitar 8°55.517′ LS dan 115°42.633′ BT. Sistem mencatat kapal bergerak dengan kecepatan sekitar 2 knot, arah 193,9 derajat, dan tujuan yang masih tertulis Lembar.

Setelah titik itu, jejaknya berhenti.

Hingga Selasa (18/8/2026), halaman pelacakan ShipFinder belum menunjukkan pembaruan posisi KMP Putri Yasmin setelah 12 Agustus. VesselFinder juga masih menampilkan KMP Putri Yasmin berdasarkan laporan AIS sekitar enam hari lalu.

Kapal tersebut teridentifikasi dalam sistem pelacakan dengan IMO 9037575 dan MMSI 525010084.

Layanan MyShipTracking bahkan saat ini menampilkan status KMP Putri Yasmin sebagai out of coverage. Situs tersebut menjelaskan bahwa apabila kapal tidak berada dalam cakupan AIS, posisi yang tampil merupakan posisi terakhir yang berhasil diterima oleh jaringan pelacak.

Namun berhentinya jejak AIS tidak otomatis berarti KMP Putri Yasmin tenggelam atau hilang.

AIS bekerja melalui perangkat transponder yang mengirimkan identitas dan data navigasi kapal. Data itu kemudian diterima oleh jaringan penerima AIS. Jika perangkat kehilangan daya, mengalami kerusakan, atau tidak berada dalam cakupan penerima, pembaruan posisi dapat berhenti.

Karena itu, titik terakhir di aplikasi pelacakan tidak dapat digunakan untuk memastikan KMP Putri Yasmin masih berada di lokasi tersebut saat ini.

Di sisi lain, informasi terbuka mengenai posisi fisik kapal setelah kebakaran juga masih sangat terbatas.

Perkembangan resmi terbaru justru masih berfokus pada pencarian empat orang yang belum ditemukan.

Memasuki hari keenam operasi pencarian pada Senin (17/8/2026), tim SAR mengerahkan pesawat CASSA NC212-200 milik TNI Angkatan Laut untuk memperluas penyisiran dari udara. Area pencarian menggunakan pesawat mencapai sekitar 3.650 nautical mile persegi di perairan selatan Pulau Jawa.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan pesawat tersebut sebelumnya juga telah menyisir perairan selatan dari lokasi kejadian.

“Pesawat CASSA U-6215 milik TNI AL ini sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu (16/8) siang, dan sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian sebelum landing di Bandara Ngurah Rai, Bali,” kata Hariyadi.

Selain pencarian udara, operasi dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram dan penyisiran garis pantai oleh tim gabungan. Hingga berakhirnya pencarian Senin sore, empat orang masih belum ditemukan. Operasi dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa pagi.

Empat orang tersebut adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana dan Slamet Yulianto.

KMP Putri Yasmin sendiri terbakar di perairan sekitar Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dini hari. Sebanyak 212 orang tercatat telah dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar dan Padangbai, dengan satu korban meninggal dunia.

Enam hari setelah kejadian, operasi pencarian masih berlangsung. Tetapi pada layar pelacakan AIS publik, KMP Putri Yasmin belum meninggalkan jejak baru sejak 12 Agustus.

Di mana fisik kapal itu sekarang, apakah masih mengapung, hanyut, telah ditarik, kandas atau berada di lokasi lain, belum dapat dipastikan hanya dari data AIS publik. Kepastian tersebut masih membutuhkan keterangan otoritas atau operator kapal. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI