kicknews.today – Berapa sebenarnya jumlah orang yang berada di atas KMP Putri Yasmin ketika kapal itu terbakar dalam pelayaran dari Padangbai, Bali menuju Lembar, Lombok Barat?
Pertanyaan itu belum memiliki jawaban final hingga Kamis (13/8/2026).

Data yang muncul sejak insiden terjadi terus berkembang. Jumlah orang yang berhasil dievakuasi bahkan melampaui angka penumpang yang muncul dalam data awal kapal.
KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kantor SAR Mataram menerima laporan kejadian sekitar pukul 04.39 WITA dan kemudian mengerahkan unsur SAR gabungan untuk melakukan evakuasi.
Pada tahap awal penanganan, data penumpang yang beredar belum mampu menggambarkan secara pasti jumlah seluruh orang yang berada di atas kapal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Rabu malam juga menyebut pendataan korban masih bersifat sementara.
“Sejauh ini kan ada 173 yang terdata. Nanti mungkin ada kapal yang datang angkut korban, itu nanti akan kita data lagi jadi data tambahan,” kata Dudy di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Perkembangan kemudian membuktikan angka tersebut belum final.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan jumlah orang yang berhasil dievakuasi hingga Rabu malam bertambah menjadi 212 orang.
“Totalnya 212,” kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar.
Angka itu bertambah setelah KMP Pratama Kalyani membawa 39 orang menuju Pelabuhan Lembar. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah mencatat 173 orang dievakuasi, terdiri dari 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
212 Orang Bukan Manifest Final
Angka 212 orang tidak dapat langsung disebut sebagai jumlah penumpang KMP Putri Yasmin.
Angka tersebut merupakan jumlah orang yang tercatat dalam proses evakuasi hingga Rabu malam.
Hariyadi sendiri menegaskan Kantor SAR Mataram belum dapat memastikan apakah masih ada orang yang belum ditemukan maupun belum masuk dalam pendataan karena kepastian mengenai jumlah orang di kapal harus disesuaikan dengan data perusahaan pelayaran.
“Kami belum bisa memastikan terkait dengan data korban. Itu ada kewenangan dari pihak perusahaan,” katanya.
Karena itu, operasi pencarian tetap dilanjutkan Kamis (13/8/2026). Tim SAR juga menindaklanjuti laporan keluarga yang belum memperoleh informasi mengenai anggota keluarganya.
“Kita lakukan pencarian terus selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian,” kata Hariyadi.
Menhub Minta Pendataan Diselesaikan
Persoalan jumlah orang di KMP Putri Yasmin juga menjadi perhatian Kementerian Perhubungan.
Dudy meminta masyarakat maupun keluarga korban membantu proses pendataan agar jumlah sebenarnya orang yang berada di kapal ketika kejadian dapat dipastikan.
Pemerintah juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang ikut dalam pelayaran tersebut tetapi belum masuk dalam pendataan.
Langkah tersebut menunjukkan proses rekonsiliasi data belum selesai.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan dalam perkembangan penanganan juga menyatakan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi. Namun pernyataan tersebut perlu dibedakan dengan kepastian mengenai jumlah final seluruh orang yang berada di kapal, termasuk penumpang maupun kru.
Jumlah Orang di Kapal Belum Final
Dengan perkembangan tersebut, setidaknya ada dua jenis angka yang tidak boleh dicampur.
Pertama, angka yang berasal dari pencatatan atau manifest penumpang. Kedua, angka orang yang ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR.
Kantor SAR Mataram hingga Rabu malam mencatat 212 orang telah dievakuasi. Namun Kepala Kantor SAR Mataram belum dapat memastikan jumlah keseluruhan orang yang berada di KMP Putri Yasmin ketika kapal meninggalkan Padangbai.
Itulah sebabnya angka 212 tidak dapat serta-merta disebut sebagai manifest final.
Kepastian mengenai berapa sebenarnya orang yang berada di atas KMP Putri Yasmin masih membutuhkan pencocokan data antara hasil evakuasi, laporan keluarga, data awak kapal serta catatan perusahaan pelayaran.
Sampai proses tersebut selesai, pertanyaan “berapa sebenarnya jumlah orang di KMP Putri Yasmin?” masih menunggu jawaban resmi yang final. (red.)






