235 Jemaah Haji Kota Bima ikuti manasik perdana, Kemenhaj siapkan bimbingan sepanjang tahun

Kemenhaj Kota Bima gelar manasik haji perdana di Masjid Baitul Hamid Raba.

kicknews.today – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bima resmi memulai rangkaian silaturahmi perdana dan bimbingan manasik Haji 2027 di Masjid Baitul Hamid Raba, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, ini menjadi langkah awal pembinaan jemaah haji sepanjang tahun sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bima H Eka Iskandar MSi menyampaikan, berdasarkan daftar blok list SISKOHAT fase pertama, sebanyak 235 jemaah haji telah masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2027. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah melalui kuota cadangan, penggabungan mahram, maupun pelimpahan porsi.

“Kalau ditambah jemaah cadangan dan pelimpahan porsi, kami memperkirakan jumlah jemaah haji Kota Bima tahun 2027 bisa mencapai sekitar 300 orang,” ujarnya.

Meski demikian, jumlah tersebut masih lebih sedikit dibanding keberangkatan dua tahun sebelum yang mencapai 315 jemaah. Menurutnya, hal itu bukan karena pengurangan kuota, melainkan menyesuaikan daftar pendaftar yang masuk dalam blok list nasional berdasarkan tanggal pendaftaran.

Dalam kesempatan itu dijelaskan pula bahwa sesuai ketentuan terbaru, istilah calon jemaah haji tidak lagi digunakan. Seluruh peserta yang telah masuk daftar keberangkatan disebut jemaah haji, meski nantinya masih dimungkinkan batal berangkat karena alasan kesehatan ataupun belum mampu melunasi biaya perjalanan haji.

Kemenhaj Kota Bima juga menargetkan peningkatan intensitas bimbingan manasik. Jika pada musim haji sebelumnya tercatat 39 kali pertemuan, tahun ini jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 40 kali, bahkan hingga 45 kali.

Menurutnya, banyaknya pertemuan manasik terbukti memberikan dampak positif terhadap kesiapan jemaah saat menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah. Pengalaman musim haji 2026 menunjukkan seluruh jemaah asal Kota Bima mampu melaksanakan rangkaian ibadah dengan baik tanpa kendala berarti.

Bahkan, pola pembinaan yang diterapkan di Kota Bima mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Tim dari kementerian disebut sempat melakukan verifikasi langsung dengan menghubungi sejumlah jemaah untuk memastikan pelaksanaan manasik yang dilaporkan benar-benar dilakukan.

“Konsep kami adalah bimbingan manasik sepanjang tahun. Mulai hari ini sampai sebelum jemaah naik pesawat, pembinaan akan terus diberikan,” katanya.

Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang terus bertambah, Kemenhaj akan menerapkan sistem pembagian jadwal berdasarkan kecamatan. Langkah itu dilakukan karena kapasitas aula hanya mampu menampung sekitar 150 orang, sementara jumlah jemaah mencapai lebih dari 235 orang.

Selain pembinaan ibadah, Kemenhaj juga menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Kesehatan guna mempercepat proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan jemaah.

Dukcapil akan memastikan kesesuaian identitas pada KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, hingga paspor sehingga tidak terjadi kendala saat proses penerbitan dokumen perjalanan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat utama sebelum jemaah dapat melakukan pelunasan biaya haji.

Kemenhaj menargetkan pemeriksaan kesehatan dasar mulai dilaksanakan pada pekan depan, mengingat masa pelunasan diperkirakan dimulai pada Agustus dengan rentang waktu sekitar 45 hari, sambil menunggu Keputusan Presiden terkait jadwal dan besaran biaya pelunasan.

Pihak Kemenhaj optimistis biaya yang harus dibayar jemaah tidak akan mengalami kenaikan signifikan. Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meningkatkan porsi nilai manfaat menjadi 60 persen sehingga beban biaya yang ditanggung jemaah menjadi lebih ringan.

Kepala Kemenhaj pun mengimbau seluruh jemaah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek kesehatan, kemampuan finansial, maupun penguasaan ilmu manasik agar mampu menjalankan ibadah haji secara mandiri dan memperoleh haji yang mabrur.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Bima Drs. H. Supratman, M.AP mengapresiasi langkah Kemenhaj yang lebih awal menggelar manasik haji. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan para jemaah agar memanfaatkan seluruh rangkaian manasik sebagai bekal ilmu, mempersiapkan kondisi fisik dan mental, serta memperkuat kepedulian sosial karena selama di Tanah Suci akan berinteraksi dengan jutaan umat Islam dari berbagai negara.

“Menjadi tamu Allah harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Selain bekal ilmu, jemaah juga harus memiliki fisik yang kuat, mental yang baik, serta menyerahkan seluruh niat dan ibadah hanya kepada Allah SWT,” pesannya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI