Agam Rinjani buka suara usai viral bersama Panji Petualang: Saya tidak pernah menghilang

Abdul Haris Agam atau yang akrab disapa Agam Rinjani (poto kicknews.today/wn)

kicknews.today – Nama Abdul Haris Agam atau yang akrab disapa Agam Rinjani kembali menjadi sorotan publik setelah videonya bersama konten kreator sekaligus pegiat konservasi Panji Petualang viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 9 detik itu memicu pro dan kontra, terutama di kalangan pelaku wisata di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Panji Petualang, Panji mengungkapkan rencananya bertolak ke Lombok bersama Agam untuk membuat liputan khusus mengenang satu tahun peristiwa meninggalnya wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, saat pendakian di Gunung Rinjani pada 2025 lalu.

 

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Agam menegaskan dirinya tidak pernah menghilang dari aktivitas penyelamatan maupun dunia konservasi. Kepada kicknews.today, Selasa (30/6/2026), ia menjelaskan bahwa usai proses evakuasi Juliana, dirinya langsung disibukkan dengan berbagai kegiatan pelatihan dan operasi kemanusiaan di sejumlah daerah.

 

“Setelah evakuasi kami mengadakan pelatihan di Bandung, kemudian pelatihan vertical rescue untuk porter dan guide di Sembalun. Saya juga masih mendampingi tamu ke Rinjani, lalu ke Brasil, setelah itu ke Aceh membantu evakuasi banjir selama berbulan-bulan, hingga ikut membantu evakuasi pesawat yang jatuh di Sulawesi. Sampai sekarang saya masih berada di Jakarta karena berbagai kegiatan dan juga harus mencari nafkah,” ujar Agam.

 

Agam juga meluruskan polemik terkait penyebutan dirinya sebagai “pawang” yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menegaskan istilah tersebut bukan berasal dari dirinya, melainkan dari keterangan atau caption yang dibuat Panji Petualang saat mengunggah foto kebersamaan mereka.

 

“Jadi kata ‘pawang’ itu berasal dari caption yang ditulis Panji saat kami bertemu di Jakarta. Bukan saya yang memberikan sebutan itu untuk diri saya sendiri,” jelasnya.

 

Meski masih berada di Jakarta, Agam memastikan akan segera kembali ke Lombok dalam waktu dekat.

 

“Dalam dua hari ini saya pasti ke Lombok. Rumah saya di sana, KTP saya juga KTP Lombok, tepatnya Sembalun. Saya belum pulang karena masih ada pekerjaan dan biaya perjalanan juga cukup besar, jadi saya harus berhemat,” katanya.

 

Di sisi lain, Panji Petualang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Permintaan maaf itu ditujukan kepada masyarakat Lombok, khususnya warga Suku Sasak dan para pelaku wisata di kawasan Gunung Rinjani yang merasa tersinggung atas unggahan tersebut.

 

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga saya di Lombok, khususnya kepada semua pihak yang merasa tersinggung atau tersakiti karena postingan saya,” ujar Panji dalam video yang diunggah pada Selasa (23/6/2026). (wii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI