kicknews.today – Sejumlah pekasih bersama masyarakat di wilayah Dusun Pelambik, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur mengambil langkah tegas dengan menutup lokasi pembuangan sampah yang selama ini digunakan warga.

Penutupan dilakukan karena kondisi tempat pembuangan tersebut dinilai telah melebihi kapasitas dan mulai menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar.
Tumpukan sampah meluap hingga masuk ke saluran irigasi pertanian warga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mencemari aliran air, menghambat distribusi irigasi ke lahan pertanian, serta mengganggu kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.
Para pekasih menyampaikan bahwa keputusan penutupan dilakukan secara bersama-sama demi menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari. Mereka menilai persoalan sampah tidak bisa terus dibiarkan tanpa penanganan serius karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan masyarakat.
“Saat ini kondisi lokasi pembuangan sampah sudah sangat penuh. Sampah mulai meluber hingga masuk ke saluran irigasi. Kalau terus dibiarkan, tentu akan merusak lingkungan dan mengganggu pertanian masyarakat,” ungkap Sukran pada Jumat (15/5/2026).
Para pekasih berharap Pemerintah Desa segera menghadirkan solusi nyata terkait pengelolaan sampah di wilayah Dusun Pelambik. Menurut mereka, penanganan sampah tidak cukup hanya bersifat sementara, melainkan membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, berkelanjutan, dan ramah lingkungan agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.
Mereka juga menegaskan, apabila belum ada solusi yang jelas terkait pengelolaan maupun lokasi pembuangan yang layak, maka tempat pembuangan sampah tersebut sebaiknya ditutup sementara demi menjaga kebersihan lingkungan dan keselamatan saluran irigasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Jerowaru, Muhammad Nashruddin, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah desa semata, melainkan membutuhkan kesadaran dan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Selama ini pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan sampah. Tinggal sekarang bagaimana kerja kolektif semua pihak. Karena sekeras apa pun upaya pemerintah menangani persoalan sampah, apabila tidak dibarengi kesadaran masyarakat dan kolaborasi bersama, maka masalah sampah ini tidak akan bisa tertangani secara paripurna,” tegasnya.
Warga berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait, mengingat kebersihan lingkungan dan kelestarian saluran irigasi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat serta sektor pertanian di wilayah Jerowaru. (cit)




