kicknews.today – Musim haji 2026 membawa berkah tersendiri, tidak hanya bagi para calon jamaah haji, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar Asrama Haji Embarkasi Lombok. Membludaknya keluarga yang mengantar calon jamaah, bahkan hingga memutuskan untuk menginap di sekitar area asrama, menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga memanfaatkan lahan kosong milik mereka untuk disewakan sebagai tempat penginapan sementara. Meski dengan fasilitas sederhana, tempat-tempat ini tetap diminati oleh keluarga jamaah yang ingin tetap dekat dengan kerabatnya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Tarif sewa pun bervariasi, tergantung jumlah anggota keluarga yang menginap.

Muhamad Ikhsan, salah satu pemilik penginapan dadakan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul karena banyaknya keluarga jamaah dari luar daerah yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal. Selain untuk menambah penghasilan, ia juga ingin membantu para pengantar jamaah.
“Ini yang kita harapkan dari yang mengantar. Selain untuk mendapatkan penghasilan, kami juga ingin membantu, daripada mereka kebingungan mencari tempat salat atau beristirahat. Jadi bagi yang ingin menginap tapi tidak ada tempat, kami persilakan walaupun dikenakan tarif untuk biaya listrik,” ujar Ikhsan.
Sementara itu, Haji Zulkarnain, salah satu keluarga calon jamaah asal Mamben Daye, Lombok Timur, mengaku rela menyewa lahan demi bisa lebih dekat dengan anggota keluarganya yang akan berangkat haji. Ia bahkan datang bersama rombongan besar keluarganya.
“Saya ke sini dari kemarin sore bersama calon jamaah. Walaupun kondisi habis hujan dan becek, tetap nyaman saja. Yang penting bisa bertemu dengan calon hajinya. Tadi pagi juga sempat bertemu sebentar karena diperbolehkan masuk ke asrama,” ungkapnya.
Zulkarnain menyebut dirinya menyewa lahan dengan tarif sekitar Rp300 ribu per malam. Meski hanya mendapatkan lahan kosong tanpa fasilitas tambahan, ia bersama sekitar 85 anggota keluarganya tetap bertahan dengan memasang terpal sendiri sebagai tempat berteduh.
Fenomena ini menunjukkan bahwa musim haji tidak hanya menjadi momen ibadah yang penuh makna, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan di tengah keterbatasan fasilitas. (wii)


