kicknews.today – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (Kanwil NTB) mencatat realisasi pendistribusian program minyak goreng rakyat “MinyaKita” telah mencapai 1.674.108 liter hingga 15 April 2026. Penyaluran tersebut menjangkau berbagai kanal distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga jaringan pedagang pengecer di luar pasar.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar menyampaikan bahwa capaian distribusi ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan minyak goreng di tengah masyarakat.

“Distribusi terus kami optimalkan agar merata di seluruh wilayah NTB, baik melalui pasar SP2KP maupun jalur distribusi lainnya,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Berdasarkan data Bulog NTB, penyaluran terbesar masih terserap melalui skema pasar SP2KP dan non-SP2KP dengan total distribusi mencapai 877.116 liter. Rinciannya, sebanyak 582.912 liter disalurkan melalui pasar SP2KP, sementara 294.204 liter melalui pasar non-SP2KP.
Dari sisi wilayah, kontribusi terbesar berasal dari Kanwil NTB dengan distribusi mencapai 657.588 liter. Selanjutnya disusul Kantor Cabang Lombok Timur sebesar 103.512 liter, Sumbawa 67.428 liter, dan Bima 48.588 liter. Tercatat, seluruh pasar SP2KP yang terdata, yakni 11 pasar dengan 122 pedagang, telah terlayani sepenuhnya tanpa sisa distribusi.
Mara Kamin menegaskan bahwa hingga pertengahan April, tidak ada pasar SP2KP yang belum terlayani. Hal ini menunjukkan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami memastikan tidak ada kekosongan pasokan di pasar. Semua titik distribusi SP2KP sudah terpenuhi, dan ke depan kami akan terus memperluas jangkauan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan MinyaKita dengan harga terjangkau,” tegasnya.
Selain itu, Bulog NTB juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan distribusi berjalan lancar. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, terutama menjelang periode peningkatan kebutuhan masyarakat. (*/*)


