Dampak serangan militer AS dan Israel ke Iran, industri travel NTB siaga

Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Memanasnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi pada 28 Februari 2026 mulai berdampak luas hingga ke sektor pariwisata di daerah. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata mengaku mulai merasakan imbasnya, terutama dari pasar wisatawan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan situasi geopolitik yang tidak menentu memicu kekhawatiran wisatawan untuk bepergian jarak jauh, termasuk ke NTB. Dampaknya, sejumlah reservasi perjalanan mengalami penundaan.

“Beberapa reservasi melalui industri mengalami postpone (penundaan, red). Hal ini juga mengganggu target wisatawan di wilayah tersebut,” ungkap Sahlan, Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, kendala paling krusial saat ini adalah terganggunya rute penerbangan internasional. Banyak maskapai dari Eropa menjadikan bandara di kawasan Timur Tengah sebagai titik transit utama menuju Indonesia.

“Banyak negara Eropa yang menjadikan bandara di Dubai atau Doha sebagai hub transit. Ketika wilayah udara di sana tidak stabil atau bahkan jika bandara ditutup, maka pilihan transit menjadi lebih sedikit, rute memutar, dan biaya tiket menjadi jauh lebih mahal. Ini yang membuat calon wisatawan berpikir ulang,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB apabila eskalasi konflik terus berlanjut. Selain persoalan teknis penerbangan, faktor psikologis akibat situasi keamanan global juga turut memengaruhi minat bepergian.

Menghadapi ketidakpastian pasar Barat, Astindo NTB bersama para pelaku industri pariwisata mulai menyusun langkah mitigasi. Strategi reorientasi pasar dinilai menjadi opsi rasional agar roda ekonomi pariwisata tetap bergerak.

“Semua negara tetap kita targetkan, termasuk Timur Tengah. Namun dengan kondisi saat ini kita harus realistis. Kita akan lebih fokus di pasar-pasar Asia dan Australia yang relatif aman dari dampak langsung perang tersebut,” ujarnya.

Sejauh ini, Astindo NTB terus berkoordinasi dengan agen perjalanan internasional guna memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang telah berada di NTB. Pihaknya juga aktif memantau perkembangan situasi global untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap industri pariwisata daerah. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI