40 desa Kabupaten Bima dihantui kekeringan, 27.343 jiwa terancam krisis air

BPBD salurkan air bersih pada warga terdampak kekeringan.

kicknews.today — Ancaman kekeringan di Kabupaten Bima kian meluas. Sedikitnya 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan tercatat terdampak kekeringan dengan jumlah warga mencapai 27.343 jiwa atau 8.665 kepala keluarga (KK).

Data tersebut berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Tahun 2026. Kondisi ini menunjukkan persoalan ketersediaan air bersih mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bima.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, menjadi salah satu pihak yang menangani respons terhadap kondisi kekeringan tersebut. Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Woha, Monta, Palibelo, Wera, Donggo, Bolo, Sape, Wawo, Lambitu, Lambu, Belo, Soromandi dan Ambalawi.

“Kecamatan Palibelo menjadi salah satu wilayah yang mencatat kebutuhan air cukup tinggi. Di Desa Ntonggu, kebutuhan air tercatat mencapai 3.696 liter, disusul Desa Roi sebanyak 2.172 liter dan Desa Nata sekitar 900 liter,” jelas Muis pada Kamis (13/8/2026).

Kebutuhan air dalam jumlah besar juga tercatat di sejumlah wilayah lainnya. Desa Pesa, Kecamatan Wawo, misalnya, membutuhkan sekitar 2.217 liter, sedangkan Desa Runggu di Kecamatan Belo mencapai 2.067 liter.

Besarnya kebutuhan tersebut menjadi gambaran tekanan yang dihadapi masyarakat ketika sumber air mulai berkurang akibat musim kering.

BPBD Salurkan 50 Ribu Liter Air

Untuk mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat, BPBD Kabupaten Bima telah melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Dalam rekapitulasi realisasi distribusi, tercatat 10 rit pengiriman dengan total 50.000 liter air. Penyaluran tersebut tercatat berlangsung pada periode Mei, Juni dan Juli.

Distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama di desa-desa yang mengalami keterbatasan sumber air. Namun, dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 27 ribu jiwa, kebutuhan penanganan kekeringan diperkirakan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air secara situasional.

27 Ribu Warga Butuh Perhatian

Muis menjelaskan, sebaran kekeringan di 40 desa menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Kabupaten Bima memiliki cakupan yang cukup luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Data BPBD tersebut sekaligus menjadi sinyal perlunya penanganan yang berkelanjutan, baik melalui distribusi air bersih maupun langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan yang lebih panjang.

Dengan 27.343 jiwa dari 8.665 KK terdampak, kekeringan di Kabupaten Bima kini bukan sekadar persoalan berkurangnya sumber air. Kondisi tersebut telah menjadi persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan respons cepat, terukur dan berkelanjutan.

Di tengah musim kering, satu hal menjadi semakin jelas: bagi puluhan ribu warga Bima, air bukan sekadar kebutuhan—tetapi menjadi persoalan yang menentukan keberlangsungan kehidupan sehari-hari. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI