kicknews.today- Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar di sejumlah wilayah. Paling banyak terdapat Kecamatan Praya Tengah dan Jonggat.
Kepala Dispertanak Lombok Tengah Lalu Taufikurahman menjelaskan, sebelumnya wabah PMK hampir terdapat di semua wilayah. Mulai dari, Praya Tengah, Jonggat, Praya Timur, Kopang, Batukliang, Pujut, Praya Barat Daya, Peringgerata, Janaparia dan Praya Barat Daya.

“Sedangan Batukliang Utara, Praya dan Peringgerata sudah dinyatakan bebas PMK per 22 Mei,” jelas Taufik via HP, Selasa (24/5).
Dari data yang dihimpun, sapi yang terkena wabah PMK secara kumulatif mencapai 903 ekor. Jumlah kesembuhan mencapai 267 ekor dari angka serangan 733 ekor pada pekan lalu.
“Ada juga kasus baru beberapa ekor sapi terjangkit PMK di Desa Batujai,” jelasnya.
Pemerintah kini terus melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan di semua kandang yang terkena PMK. Selain itu, semua pasar hewan di Lombok Tengah sampai saat ini masih ditutup. Termasuk langkah pengobatan. “Kita terus berupaya agar kasus ini tidak meluas,” pungkasnya. (jr)





