2 SMP di kawasan kota Lombok Barat sepi peminat, siswa baru tak lebih dari 1 kelas

kicknews.today – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Lombok Barat sudah berakhir. Namun terdapat dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sangat sepi peminat, bahkan tak mencapai satu kelas. Kedua sekolah itu yakni, SMPN 5 Gerung dan SMPN 5 Lingsar.

“Dua sekolah itu memang minim peminatnya, kita coba analisa apa kendalanya. Kita pun terpaksa menambah masa pendaftaran untuk kedua sekolah tersebut,” terang Kepala Dikbud Lombok Barat, H Nasrun yang dikonfirmasi, Senin (24/7).

Diakuinya pada SMPN 5 Gerung hanya terdapat sekitar 20 anak yang mendaftar. Padahal pihaknya sudah bekerjasama dengan SMPN 1 Gerung yang tak terlalu jauh dari sekolah tersebut supaya siswa yang tak lolos dialihkan ke SMPN 5 Gerung.

“Jadi yang tidak diterima di sana (SMPN 1 Gerung) bisa diterima di SMPN 5 Gerung,” jelasnya.

Kondisi sama juga dikata Nasrun dialami SMPN 5 Lingsar. Jumlah siswa yang mendaftar justeru tak mendekati batas minimal kelas.

Hanya mencapai 12 orang anak yang mendaftar. Pihaknya pun sudah bekerjasama dengan pihak tokoh masyarakat setempat untuk mengusahakan agar sekolah itu bisa memenuhui kuota minimal kelas.

“Karena untuk SD minimalnya 20 siswa satu kelas, kalau SMP itu 32 siswa kelas,” jelasnya.

Tak dipungkiri kedua sekolah itu berlokasi di kawasan yang cukup padat penduduk bahkan di kawasan perkotaan seperti Gerung. Namun memang kondisi minimnya pendaftar di kedua sekolah itu sudah terjadi juga pada tahun-tahun sebelumnya.

Banyak atau kurangnya pendaftar itu dinilai Nasrun tergantung dari Kepala Sekolahnya untuk membuat sekolah itu menarik, sehingga diminati. Karena hampir sekolah memiliki kelebihan yang sama.

“Masih ada kesempatan, kita menyadarkan masyarakat setempat saja itu upaya kita, selama 3 bulan kita perpanjang,” ucapnya.

Saat disinggung untuk melakukan merger bagi sekolah minim peminat itu, Nasrun mengaku akan mengkaji dulu langkah itu. Sebab tak dipungkiri terdapat beberapa sekolah di pelosok yang kondisinya juga minim peminat karena jumlah penduduk di kawasan itu yang juga tak banyak.

“Seperti sekolah yang ada di Nambung (perbukitan), itu Cuma 27 warga (Kepala Keluarga) di sekitar sekolah itu, sedangkan yang mampu sekolah itu hanya 6 orang usia SD. Kita mau apakan dulu, masa kita mau suruh orang-orang yang di bawah itu sekolah di atas, kita kaji saja,” pungkasnya. (ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI