Sabu hilang di rumah, perempuan di Bima jadi korban KDRT

Ilustrasi penganiayaan. Polisi menetapkan seorang pria berinisial IBSP sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan di sebuah kafe di Cakranegara, Kota Mataram. (Ilustrasi)
Ilustrasi penganiayaan. Polisi menetapkan seorang pria berinisial IBSP sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan di sebuah kafe di Cakranegara, Kota Mataram. (Ilustrasi)

kicknews.today — Gara-gara beberapa paket sabu yang disebut hilang dari rumah, seorang perempuan berinisial N, warga Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, B.

Tak hanya dituduh menjual barang terlarang tersebut, korban juga mengaku dituding memberikan sabu itu kepada pria lain. Persoalan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan yang membuat korban mengalami sejumlah luka memar di tubuhnya.

Berdasarkan keterangan korban saat melapor, dugaan kekerasan itu bukan kali pertama dialaminya. Ia mengaku sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.

Peristiwa terakhir terjadi ketika B mempertanyakan keberadaan sabu yang disebut disimpan di rumah. Saat N menjawab tidak mengetahui keberadaan barang tersebut, terduga pelaku disebut langsung murka.

Dalam kondisi emosi, B disebut mengambil sebilah parang dan hendak membacok korban. Beruntung, N berhasil menghindar. Namun, tebasan parang tersebut mengenai rambut korban hingga sebagian rambutnya terputus.

Tak tahan dengan perlakuan tersebut, korban akhirnya memilih meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri ke rumah orang tuanya.

Selanjutnya, N melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya kepada UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bima.

Pekerja Sosial Kemensos RI, Abdurahman Hidayat, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, korban datang melapor pada Agustus 2026 dengan menunjukkan sejumlah luka memar pada bagian tubuh yang disebut sebagai bekas tindakan kekerasan.

“Korban sudah datang melapor, sekarang kasus itu sedang dalam proses,” kata Abdurahman.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, dugaan kekerasan tersebut telah berlangsung berulang kali. Adapun kejadian terakhir disebut berkaitan dengan hilangnya beberapa paket narkoba yang disimpan oleh terduga pelaku di rumah.

“Itu keterangan korban saat melapor,” pungkasnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI