Saat ini bumi ada di titik terjauh dengan Matahari, akibatnya suhu lebih dingin

kicknews.today – Fenomenea Aphelion merupakan kondisi jarak antara Bumi dengan Matahari mencapai titik yang terjauh, terjadi pada Sabtu (4/7) pukul 18.34 WIB. Hal ini akan berdampak pada durasi musim di belahan bumi tertentu.

Saat Aphelion, bumi akan berjarak dengan Matahari sekitar 152.095.295 juta km menurut keterangan Pusat Sains Antariksa LAPAN lewat unggahan di akun Instagram mereka.

“Hal ini dikarenakan orbit bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60” terang LAPAN.

Dijelaskan, setiap tahunnya Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari (yang disebut perihelion) yang terjadi setiap Januari, dan berada pada jarak terjauh dari Matahari (yang disebut sebagai aphelion) yang terjadi setiap bulan Juli.

Secara umum, tidak ada dampak yang signifikan pada Bumi. Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau. Mengingat posisi Matahari saat ini berada di belahan Utara.

“Dampaknya adalah efek penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang terletak di selatan khatulistiwa, yang saat ini sedang terjadi,” jelasnya.

Selain itu, diameter tampak Matahari akan terlihat sedikit lebih kecil dibandingkan rata-ratanya yakni sekitar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68%. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI