kicknews.today- Ratusan hektar tambak bandeng di Kabupaten Bima diterjang banjir rob. Selain tambak, banjir rob juga menggenangi bandaran Sultan Muhammad Salahuddin hingga setinggi betis. Meski demikian, tidak mengganggu aktivitas penerbangan.
Camat Palibelo Drs Darwis mengaku, banjir rob menggenangi sekitar 200 hektar area tambak. Baik tambak bandeng, lele hingga tambak garam.
“Paling banyak tambak bandeng. Termasuk tambak saya juga. Cuma cepat diantisipasi dengan meninggikan dinding tambak,” ujar Darwis dihubungi, Selasa (14/6).
Belum diketahui pasti jumlah kerugian akibat banjir rob tersebut. Pihaknya juga sedang mendata. Sebagian kecil pemilik tambak berasal dari Desa Talabiu Kecamatan Woha. Namun, perkiraan awal mencapai ratusan juta.
“Emang sekarang lagi musim budidaya. Termasuk budidaya lele juga banyak. Kebetulan beberapa waktu lalu ada bantuan dari anggota DPR RI,” ujar Camat.
Banjir rob diperkirakan masih akan berlangsung hingga hari ini. Pihaknya juga sudah mensosialisasikan hal itu warga pemilik tambak untuk antisipasi.
“Kami bersama kades juga sudah berkoordinasi dengan BMKG soal fenomena ini,” katanya.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan adanya potensi banjir pesisir atau Rob mulai tanggal 11 hingga 23 Juni 2022. Dalam keterangan persnya, BMKG menjelaskan, berdasarkan citra satelit altimetri, tinggi muka air laut menunjukkan adanya anomali positif yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir lebih tinggi.
Adanya fenomena bulan purnama atau super full moon dengan fase pasang air laut tertinggi pada tanggal 14 Juni 2022. Kondisi ini menyebabkan terjadinya air laut pasang.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Potensi banjir rob ini berbeda waktu di tiap wilayah, yang secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat pesisir. Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Untuk wilayah NTB diperkirakan terjadi pada tanggal 13-17 Juni 2022 dan berlokasi di pesisir Bima dan pesisir Dompu. (jr)

