kicknews.today- Puluhan anak sapi di Lombok Tengah, mati mendadak. Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah menyebutkan, penyebab kematian anak sapi bukan karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Ada 15 ekor. Anak sapi tersebut mati karena kurang mengkonsumsi susu dari induknya yang terjangkit PMK,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, H Lalu Taufikurrahman, Jumat (10/6).
Kasus PMK di Lombok Tengah kata Taufik, kembali menunjukan peningkatan di gelombang kedua dengan 4.800 kasus. Tingkat kesembuhan sekitar 50 persen. Meski demikian tingkat kematian PMK, nihil.
“Yang mati nihil, namun ada yang dipotong paksa oleh peternak,” jelas Taufik.
Kondisi obat pencegahan PMK saat ini kata Taufik, masih langkah. Pihaknya, hanya bisa mengandalkan pengobatan herbal seperti gula merah, daun kelor dan kunyit.
“Tiga jenis obat herbal ini cukup membantu juga untuk menekan penyebaran PMK,” ujarnya. (jr)

