kicknews.today – Menyambut penilaian Adipura, Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, mulai berbenah. Lurah bersama Ketua LPM, seluruh ketua RT dan RW, serta masyarakat turun langsung membersihkan parit, jalan, dan kawasan permukiman, Sabtu (24/10/2026).
Aksi gotong royong ini bukan sekadar mempercantik wajah lingkungan demi penilaian Adipura. Warga juga berupaya mengantisipasi genangan air hingga banjir saat musim hujan tiba.
Lurah Panggi, Bambang S.Sos, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima. Dalam rapat itu, Kelurahan Panggi menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus penilaian Adipura.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kelurahan mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang menyumbat parit dibersihkan, sementara jalan dan kawasan permukiman ditata agar terlihat lebih bersih dan tertib.
Menurut Bambang, kebersihan saluran air menjadi salah satu perhatian utama, terlebih menjelang musim hujan. Parit yang dipenuhi sampah berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Selain mendukung penilaian Adipura, pembersihan saluran air juga penting untuk mengantisipasi genangan hingga banjir saat curah hujan meningkat,” jelasnya.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Panggi telah berkoordinasi dengan DLH Kota Bima agar menyiapkan dua unit mobil pengangkut sampah. Sampah yang terkumpul akan diangkut menggunakan kendaraan tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Sampah yang kami kumpulkan nantinya diangkut menggunakan mobil dari DLH,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPM Panggi, Edy Darmawangsyah, menyebut kegiatan gotong royong telah dimulai sejak Jumat (23/10/2026) dan berlanjut hingga Minggu (25/10/2026).
Ia menegaskan, gerakan bersih lingkungan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika ada penilaian. Menurutnya, gotong royong perlu menjadi kebiasaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.
Edy juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam parit dan saluran air. Sampah rumah tangga harus dibuang pada tempat yang telah disediakan agar tidak mencemari lingkungan maupun menghambat aliran air.
Melalui keterlibatan RT, RW, LPM, dan masyarakat, Kelurahan Panggi berharap upaya pembenahan lingkungan dapat berjalan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi penilaian Adipura, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan mengurangi risiko banjir.
Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya soal penilaian atau penghargaan, melainkan juga menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di dalamnya. (jr)


