kicknews.today — Kepala Bina dan Pelayanan Kemenag Kota Bima, Saifudin, mengimbau Jamaah Calon Haji (JCH) untuk tetap menjaga kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat demi kelancaran perjalanan ibadah haji.
Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk memperhatikan barang bawaan agar tidak berlebihan. Barang-barang terlarang seperti benda tajam, termasuk pisau dan gunting, diminta tidak dibawa. “Untuk rokok tetap ada pembatasan.

Tentunya pihak imigrasi yang akan melakukan pemeriksaan,” ujar Saifudin di ruang kerjanya, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menegaskan agar seluruh JCH mematuhi tata cara serta imbauan dari petugas haji maupun petugas kesehatan guna memastikan kelancaran ibadah.
Sementara itu, jumlah JCH Kota Bima tahun ini tercatat sebanyak 221 orang, yang terbagi dalam Kloter 11 dan Kloter 13. Kloter 11 dijadwalkan berangkat pada Senin (4/5/2026) melalui dua penerbangan menuju Lombok, yakni pagi dan siang hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima, H Eka Iskandar, menjelaskan adanya sejumlah perubahan pola pemberangkatan tahun ini. Untuk penerbangan pagi pukul 07.00 WITA, jamaah diminta sudah berada di Masjid Nur Latif paling lambat pukul 04.00 WITA.
“Jika sebelumnya acara seremonial dilakukan setelah salat subuh, kini dilakukan sebelum subuh. Setelah salat subuh, jamaah langsung diarahkan naik ke bus,” jelasnya.
Selain itu, posisi bus juga diubah. Jika sebelumnya menghadap ke barat, kini diarahkan menghadap ke timur agar jamaah lebih mudah naik bus begitu keluar dari masjid. Proses ini juga dikawal ketat oleh Satpol PP dan aparat kepolisian guna memperlancar keberangkatan.
Dengan sistem baru ini, peluang bagi keluarga untuk melakukan salam perpisahan di lokasi menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, keluarga diimbau untuk melakukan perpisahan sebelum jamaah tiba di Masjid Nur Latif.
Untuk penerbangan kedua pukul 13.00 WITA, jamaah dijadwalkan berkumpul pukul 10.00 WITA. Bus akan diberangkatkan menuju bandara sekitar pukul 11.00 atau 11.30 WITA.
Menariknya, tahun ini pihak bandara memberikan kemudahan dengan mengizinkan bus jamaah masuk langsung ke area bandara. Hal ini memungkinkan jamaah turun dari bus dan langsung menuju pesawat tanpa harus melalui proses antrean panjang di ruang tunggu.
“Semua proses pemeriksaan dilakukan secara kolektif, sehingga lebih efisien dan tidak memakan waktu lama,” tambah Eka Iskandar.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh dokumen penting, seperti jadwal keberangkatan, informasi penerbangan, serta Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA), telah disiapkan dan dimasukkan dalam tas leher jamaah. Dokumen tersebut akan diperiksa kembali saat tiba di embarkasi.
Dengan berbagai persiapan dan perubahan pola ini, diharapkan proses pemberangkatan JCH Kota Bima tahun 2026 dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh jamaah. (jr)


