kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menjadi pengunjung pertama pameran Sekardiyu yang digelar Museum Negeri NTB di kawasan Sirkuit Mandalika, Kamis (8/10/2026).
Pameran bertajuk “Speed, Energy, and Connection” tersebut menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Pameran ini merepresentasikan kekayaan budaya NTB sekaligus mempertemukan dua kekuatan pariwisata, yakni sport tourism dan culture tourism.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, kehadiran ruang museum di tengah penyelenggaraan MotoGP Mandalika merupakan upaya memperkenalkan peradaban NTB kepada masyarakat dan wisatawan yang datang menyaksikan ajang balap motor internasional tersebut.
“Mulai tahun lalu, di dalam MotoGP kita punya ruang museum. Ruang museum untuk menunjukkan peradaban kita,” kata Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB.
Miq Iqbal menjelaskan, pada penyelenggaraan MotoGP tahun sebelumnya, ruang museum berfokus pada Samalas-Rinjani dan Tambora. Sementara pada tahun ini, berfokus pada Sekardiyu, yang memiliki keterkaitan dengan nilai budaya dan simbol kecepatan.
“Jadi ini (Sekardiyu) adalah budaya di NTB dan ini adalah lambang kecepatan. Dan soal kecepatan, ini sudah menjadi bagian yang inheren dari DNA orang NTB khususnya Lombok. Karena itu, membawa MotoGP ke sini memang sudah sejalan dengan DNA nya”, tuturnya.
Ia menilai, keterkaitan antara ruang museum dan ajang balapan internasional tersebut menjadi salah satu karakter yang membuat penyelenggaraan MotoGP Mandalika memiliki kekhasan tersendiri.
Menurutnya, MotoGP Mandalika dapat disaksikan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Namun, pengalaman menyaksikan langsung perpaduan antara ajang balap internasional dengan kekayaan budaya hanya dapat dirasakan di Mandalika.
“Dua hal ini yang hanya ada di MotoGP di Mandalika. Dan ini nilai khas dari MotoGP Mandalika,” kata Iqbal.
Pameran Sekardiyu sendiri menampilkan sejumlah koleksi Museum NTB yang ditata berdasarkan tiga subtema, yaitu Speed, Energy, dan Connection.
Koleksi yang ditampilkan antara lain Wayang Jayengrana, Wayang Sekardiyu, Naskah Lontar Jayengrana, Kain Songket Lombok bermotif kuda, Kain Kemalik bermotif Jayengrana dan Munigarim, Lukisan Nyongkolan, foto arakan Jaran Kamput, Jaran Kamput, serta Cale/Kacip Pinang bermotif kuda.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan Sekardiyu merupakan kendaraan Jayengrana dalam wayang Sasak yang memiliki arti tentang gerak, kekuatan, kepahlawanan, serta hubungan manusia dengan tradisi.
Menurut Nuralam, pemilihan Sekardiyu sebagai tema pameran tahun ini karena memiliki keterkaitan dengan tema Speed, Energy, and Connection, khususnya dalam melihat hubungan keterkaitan antara kendaraan, perjalanan, energi, dan kecepatan.
“Pameran ini untuk menghubungkan narasi budaya masa lalu dengan perkembangan kendaraan bermotor dan olahraga balap pada masa kini”, tuturnya
Pameran tersebut akan berlangsung mulai 8 Oktober hingga berakhirnya ajang MotoGP Mandalika pada 11 Oktober 2026.
Nuralam menuturkan bahwa pameran ini dihadirkan bagi pengunjung MotoGP untuk mengetahui hubungan budaya NTB dengan ajang balap motor tersebut.
“Memang pameran ini kami ingin mengajak pengunjung MotoGP untuk mengetahui kebudayaan kita. Dengan mengetahui kebudayaan kita, kita berharap mereka memiliki wawasan yang lebih komprehensif tentang NTB”, ujarnya. (wii)






