kicknews.today – Kabupaten Bima berpeluang menjadi tuan rumah cabang olahraga pacuan kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Peluang tersebut mulai dijajaki Pengurus Nasional Federasi Nasional PORDASI Pacu melalui pertemuan dengan Bupati Bima, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Gusriyal, Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Hukum dan Sarana Prasarana PP FN PORDASI Pacu, serta Aguspen Adnan, Direktur Pacu Tradisional PP FN PORDASI Pacu.
Hadir pula Ketua FN PORDASI Pacu Kota Bima, Fadlin, S.Sos., dan Ketua FN PORDASI Pacu Kabupaten Bima, Rukmini.
Kunjungan pengurus nasional tersebut menjadi bagian dari penjajakan kemungkinan Kabupaten Bima ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda pada PON 2028.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, M Akbar Musa, S.P., M.Si., menjelaskan, sebagai langkah awal menyambut peluang tersebut, FN PORDASI Pacu Kabupaten Bima bersama Dinas Pariwisata akan menggelar Pacuan Kuda Bupati Cup 2026. Event tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir November 2026.
“Kami sangat berharap KONI Pusat melalui FN PORDASI Pacu akan menjatuhkan pilihannya kepada Arena Pacuan Panda sebagai tempat dilaksanakannya event ini,” jelas Akbar.
Menurutnya, penyelenggaraan Bupati Cup 2026 juga menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Kabupaten Bima, khususnya Arena Pacuan Panda, dalam menyelenggarakan event pacuan kuda berskala nasional.
Akbar menambahkan, keputusan mengenai daerah yang akan menjadi tuan rumah dijadwalkan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FN PORDASI Pacu pada Desember 2026.
Apabila Kabupaten Bima ditetapkan sebagai tuan rumah, tahapan awal akan dimulai dengan pelaksanaan Babak Kualifikasi atau Pra-PON pada Juni hingga Juli 2027. Ajang tersebut nantinya akan menghadirkan kuda-kuda pacu dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Kesempatan menjadi tuan rumah PON 2028 tentu menjadi peluang besar bagi Kabupaten Bima untuk memperkenalkan potensi olahraga pacuan kuda sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Arena Pacuan Panda pun diharapkan mampu menjadi salah satu pusat penyelenggaraan olahraga pacuan kuda berskala nasional. (jr)


