Video: Innalillahi, TGH Marzuki meninggal dunia usai pimpin doa Kongres Bahasa Sasak

kicknews.today – Kabar duka datang dari pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak di Mataram, Rabu (28/10/2026). TGH Lalu Nurudin Marzuki meninggal dunia setelah sempat kehilangan kesadaran saat mengakhiri pembacaan doa dalam acara tersebut.

Tokoh agama sekaligus pengurus Majelis Adat Sasak (MAS) asal Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) untuk mendapatkan pertolongan. Kabar wafatnya kemudian disampaikan kepada peserta kongres.

Peristiwa tersebut berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, TGH Marzuki mendapat tugas memimpin doa pembukaan.

Menjelang akhir pembacaan doa, tubuhnya tiba-tiba oleng dan terjatuh. Panitia serta peserta yang berada di dekatnya segera memberikan pertolongan.

Almarhum kemudian dibawa menggunakan kendaraan patroli pengawalan Satpol PP menuju RS Unram. Sekitar 40 menit setelah kejadian, kabar duka mengenai wafatnya TGH Marzuki diumumkan di tengah pelaksanaan kongres.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengajak peserta memanjatkan doa bagi almarhum. Ia juga menyampaikan penghormatan atas pengabdian TGH Marzuki kepada masyarakat adat Sasak.

“Kita bersama-sama mendoakan almarhum Ustaz Nuruddin Marzuki, yang hingga akhir hayatnya telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat adat Sasak,” ujar Indah.

Baca juga: Bahasa Sasak mulai jarang digunakan, KLU dorong revitalisasi bahasa ibu

Kepergian TGH Marzuki menyelimuti pertemuan tersebut dengan suasana duka. Para peserta datang untuk membahas keberlangsungan bahasa Sasak dan upaya memperkuat pewarisannya kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Wagub menekankan pentingnya pelestarian bahasa melalui keluarga dan pendidikan. Menurutnya, menjaga bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat, komunitas adat, dan pemerintah.

Ia berharap kongres dapat memperkuat posisi bahasa dan kebudayaan Sasak, sekaligus membuka ruang bagi pengembangannya sebagai bagian dari kekuatan ekonomi serta diplomasi daerah.

Sebelum kongres berlangsung, Ketua Panitia Hairil Anwar juga menyampaikan harapan agar perguruan tinggi membuka program studi bahasa Sasak. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung pembelajaran bahasa daerah di sekolah.

Penguatan pendidikan bahasa Sasak menjadi salah satu kebutuhan yang dibahas dalam persiapan kongres, seiring upaya menghadirkan pedoman pembelajaran dan dukungan regulasi bagi penerapan muatan lokal. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI