kicknews.today – Bank NTB Syariah mendorong masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Dompu memanfaatkan layanan perbankan, mulai dari pembukaan rekening hingga pembayaran melalui QRIS. Pengenalan layanan tersebut dilakukan dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada 23–25 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, Bank NTB Syariah berupaya mendekatkan layanan keuangan formal kepada masyarakat sekaligus memperluas penggunaan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan edukasi keuangan perlu diikuti dengan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan.
“Pertama, kita bersama-sama dengan perbankan, OJK, dan Bank Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat melalui literasi keuangan. Setelah itu, kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mengakses layanan perbankan,” kata Adhi dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Melalui layanan ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menyediakan pilihan pembayaran nontunai bagi pelanggan.
Baca juga: Transaksi QRIS di NTB meledak 658 persen, Rp2,3 triliun berpindah lewat pembayaran digital
Bagi pelaku UMKM, penggunaan transaksi digital juga dapat membantu pencatatan pembayaran secara lebih teratur. Catatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau transaksi dan mengevaluasi perkembangan usaha.
Bank NTB Syariah menilai perluasan akses keuangan harus disertai pemahaman mengenai manfaat, cara penggunaan, serta risiko layanan. Masyarakat perlu mengenali layanan yang sesuai kebutuhan agar dapat menggunakannya secara tepat.
Karena itu, keamanan transaksi menjadi bagian penting dalam pengenalan layanan digital. Pemahaman mengenai perlindungan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan diperlukan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan lebih aman.
Dalam pandangan Bank NTB Syariah, inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya produk perbankan. Kemampuan masyarakat untuk mengakses dan menggunakan layanan tersebut juga perlu mendapat perhatian.
Kegiatan BIK di Dompu menjadi bagian dari upaya menghubungkan edukasi dengan akses layanan. Masyarakat diperkenalkan pada pilihan layanan perbankan yang dapat mendukung kebutuhan transaksi, sementara pelaku usaha didorong mulai memanfaatkan pembayaran digital dalam kegiatan bisnisnya.
Bank NTB Syariah juga menekankan pentingnya kerja sama industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan formal.
Baca juga: Bank NTB Syariah gandeng SMF untuk pembiayaan rumah subsidi, perkuat likuiditas lewat ISEF 2026
Ke depan, Bank NTB Syariah berkomitmen memperluas akses perbankan dan mendorong penggunaan transaksi digital secara bertanggung jawab. Pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung kegiatan usaha dan memberikan kemudahan pembayaran kepada pelanggan. (red.)


