kicknews.today – Marc Marquez hingga pembalap Indonesia Veda Pratama dijadwalkan menyapa masyarakat dalam Rider Parade MotoGP 2026 di Kota Mataram, Rabu (7/10/2026). Sembilan pembalap masuk dalam daftar peserta kegiatan menjelang balapan MotoGP Mandalika tersebut.
Berdasarkan pengumuman resmi Pemerintah Kota Mataram, parade dimulai pukul 14.00 WITA. Rombongan akan berangkat dari Hotel Santika Mataram dan berakhir di Teras Udayana.

Selain Marquez dan Veda, pembalap yang dijadwalkan hadir adalah Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Fermin Aldeguer, Brad Binder, Maximo Quiles, serta Mario Aji.
Baca juga: Sembilan pembalap MotoGP bakal parade di Mataram, ada Marc Marquez hingga Mario Aji
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Mataram, Leni Oktavia, sebelumnya mengatakan kehadiran para pembalap menjadi bagian dari kegiatan pendukung MotoGP Mandalika. Parade memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat para pembalap dari dekat di luar kawasan sirkuit.
“Insyaallah ada 9 rider yang akan mengikuti parade pada 7 Oktober 2026. Marc Marquez akan datang juga,” kata Leni, Jumat (11/9/2026).
Peserta parade berasal dari rangkaian kejuaraan dunia MotoGP, termasuk kelas pendukung. Kehadiran Mario Aji dan Veda Pratama turut membawa warna Indonesia dalam rombongan pembalap yang akan melintasi pusat Kota Mataram.
Persiapan kegiatan telah dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (22/9/2026). Pertemuan melibatkan pemerintah kota, Pemprov NTB, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), TNI, dan Polri.
Koordinasi tersebut mencakup kesiapan pelaksanaan agar parade berjalan tertib serta masyarakat dapat menyaksikan pembalap dengan aman. Pemkot juga mengajak pengunjung menjaga kebersihan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Begini cara beli tiket MotoGP murah untuk warga NTB, harga mulai Rp200 ribu
Antusiasme menyambut parade juga melibatkan pelajar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menyebut sekitar 5.000 peserta didik tingkat SD hingga SMP disiapkan untuk memeriahkan penyambutan.
Pelajar direncanakan membawa bendera kecil, sementara gendang beleq dan drumband turut mengisi suasana parade. Menurut Yusuf, partisipasi siswa bersifat imbauan, bukan kewajiban.
Di lokasi finis, pengamanan Teras Udayana menjadi perhatian khusus. Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengatur akses penonton, termasuk membatasi penggunaan tribun amfiteater.
Leni menyebut kepadatan pengunjung pada parade sebelumnya sempat menyebabkan pagar pengaman patah, meski tidak menimbulkan korban. Pengalaman itu menjadi dasar untuk memperketat pengawasan dan mengosongkan bagian tribun tertinggi pada pelaksanaan tahun ini. (red.)






