Pasokan semen ke Mataram anjlok 75 persen, harga di Lombok Timur dilaporkan tembus Rp100 ribu per sak

Ilustrasi semen
Ilustrasi semen

kicknews.today – Pasokan semen pada distributor yang diperiksa Dinas Perdagangan Kota Mataram menyusut tajam. Dari biasanya sekitar 600 ribu sak per bulan, pengiriman kini tinggal 150 ribu sak atau berkurang 75 persen.

Di tengah keterbatasan stok, harga di tingkat toko ikut naik. Di Mataram, semen ditemukan dijual Rp75 ribu per sak. Sementara di Lombok Timur, pedagang sebelumnya melaporkan harga merek tertentu mencapai Rp100 ribu per sak.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan penurunan pasokan diketahui setelah pihaknya memeriksa dua distributor pada Selasa (29/9/2026).

Dalam kondisi normal, pasokan datang melalui empat kapal setiap bulan. Sejak Agustus, pengiriman yang diterima berkurang menjadi satu kapal.

“Sejak bulan Agustus turun drastis pasokan menjadi satu kapal atau 150.000 sak per bulan. Jadi terjadi kekurangan atau limit,” kata Nida.

Baca juga: Stok semen di Lembar stabil, kenapa di pasaran Lombok langka?

Menurut Nida, harga di tingkat distributor masih berkisar Rp61 ribu–Rp67 ribu per sak. Namun, stok yang terbatas membuat pemenuhan permintaan toko harus dibatasi.

Pemeriksaan tersebut tidak menemukan semen yang mengendap di gudang distributor. Barang yang tersedia tetap disalurkan kepada pengecer, meskipun jumlahnya belum mampu memenuhi permintaan.

Di Lombok Timur, keluhan harga tinggi muncul lebih dahulu. Amaq Atun, pemilik toko bangunan di Desa Suwangi, Kecamatan Sakra, menyebut harga Semen Tiga Roda mencapai Rp100 ribu per sak pada Kamis (24/9/2026).

“Bahkan harga semen Tiga Roda saat ini harganya tembus ke angka Rp100 ribu,” ujarnya.

Harga tersebut tidak berlaku merata di seluruh Lombok. Dalam laporan terpisah pada Selasa (29/9/2026), Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, menyebut harga Tiga Roda sekitar Rp95 ribu per sak, sedangkan Bosowa sekitar Rp70 ribu.

Pemantauan dinas terhadap enam toko juga menunjukkan berkurangnya barang yang diterima. Toko yang biasanya mendapat 400–500 sak setiap dua hari, menurut Hadi, belakangan hanya memperoleh sekitar 150 sak.

Pemerintah Provinsi NTB kini menelusuri persoalan dari pasokan pabrik hingga distribusi ke toko. Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya telah bersurat kepada produsen dan berkoordinasi dengan distributor.

Salah satu kendala yang disebut memengaruhi produksi adalah pasokan batu bara sebagai bahan bakar pabrik semen. Sementara itu, kebutuhan bahan bangunan meningkat seiring pengerjaan sejumlah proyek menjelang akhir tahun.

Di sisi lain, pemantauan Disperindag NTB bersama Pelindo dan KSOP Lembar menunjukkan aktivitas bongkar muat di pelabuhan masih berjalan normal. Karena itu, pemeriksaan juga diarahkan pada distribusi semen setelah keluar dari pelabuhan menuju wilayah konsumen.

Dinas Perdagangan Kota Mataram menerima informasi bahwa tambahan pasokan dijadwalkan datang pada 2 Oktober 2026. Kedatangan dan penyalurannya akan dipantau untuk melihat apakah stok di toko mulai membaik.

Jika kelangkaan berlanjut, pemerintah kota mempertimbangkan pasar murah dengan melibatkan distributor secara langsung. Langkah itu diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan kenaikan harga. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI