Pemuda Rinjani Selatan usulkan tenun motif Sekurdi jadi penanda resmi pendaki asing jalur selatan

Audiensi pemuda Rinjani Selatan dengan pihak TNGR. Foto. Ist

kicknews.today – Pemuda Rinjani Selatan mengusulkan kain tenun motif Sekurdi yang dimana tenun tersebut adalah tenun khas suku sasak, diusulkan wisatawan menggunakan berbentuk syal atau selendang menjadi penanda resmi bagi setiap wisatawan mancanegara yang mendaki melalui Jalur Selatan Gunung Rinjani. Gagasan itu merupakan bagian dari konsep besar pengelolaan Jalur Selatan yang mengusung prinsip alam terjaga, budaya bermakna, dan masyarakat berdaya.

 

Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Ketua Umum Pemuda Rinjani Selatan, Amrul Arahap, mengatakan Jalur Selatan tidak hanya dibangun sebagai jalur pendakian, tetapi juga sebagai ruang pelestarian alam, penguatan budaya Sasak, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

 

“Setiap pendaki mancanegara yang masuk melalui Jalur Selatan kami usulkan menerima tenun Sekurdi sebagai penanda bahwa mereka telah memasuki kawasan yang memiliki identitas budaya Sasak. Ini bukan sekadar suvenir, tetapi simbol penghormatan terhadap budaya dan masyarakat setempat,” kata Amrul pada Kamis (2/7/2026).

 

Selain identitas melalui tenun Sekurdi, Pemuda Rinjani Selatan juga mengusulkan konsep pendakian berbasis adat Sasak. Setiap pendakian diawali dengan ritual Sembeq Buraq sebagai bentuk penghormatan kepada alam sekaligus pengenalan nilai-nilai budaya lokal kepada wisatawan.

 

Menurut Amrul, konservasi akan lebih kuat jika tumbuh dari nilai budaya yang diwariskan masyarakat. Nilai maliq mengajarkan penghormatan terhadap kawasan yang harus dijaga, tindih menanamkan tanggung jawab bersama merawat Rinjani, sedangkan falsafah aiq meneng, tunjung tilah menjadi pedoman menjaga keseimbangan antara kelestarian alam, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

 

“Karena itu, konsep yang kami bawa adalah alam tetap terjaga, budaya semakin bermakna, dan masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus memperoleh manfaat dari pengelolaan pendakian,” ujarnya.

 

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, identitas budaya menjadi kekuatan yang dapat membedakan Jalur Selatan dari jalur pendakian lainnya di Gunung Rinjani.

 

Budhy mengatakan Balai TNGR akan memperjuangkan usulan tenun Sekurdi sebagai penanda resmi pendaki mancanegara di Jalur Selatan. Ia juga menilai konsep pendakian berbasis adat Sasak sejalan dengan arah pengelolaan TNGR yang mengedepankan konservasi berbasis kolaborasi dengan masyarakat.

 

“Jalur Selatan kami siapkan sebagai jalur percontohan. Karena itu, konsep alam terjaga, budaya bermakna, dan masyarakat berdaya menjadi gagasan yang sangat baik untuk diwujudkan bersama sehingga Jalur Selatan memiliki identitas yang kuat dan tetap berpijak pada prinsip konservasi,” pungkas Budhy. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI