PKH Daerah Kota Bima resmi cair, Wali Kota targetkan 2.000 penerima tahun depan

Wali Kota Bima H A Rahman menyerahkan secara simbolis PKH Daerah 2026.

kicknews.today – Pemerintah Kota Bima resmi meluncurkan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah Tahun 2026 kepada 1.200 keluarga penerima manfaat. Pencairan perdana program yang menjadi salah satu janji politik pemerintah daerah tersebut dilakukan di kawasan utara Alun-alun Lapangan Serasuba, Kamis (11/6/2026).

Wali Kota Bima, H A. Rahman H. Abidin, mengungkapkan pemerintah berencana menambah sekitar 800 keluarga penerima pada tahun depan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan. Dengan demikian, total penerima PKH Daerah ditargetkan mencapai 2.000 keluarga.

“Pemerintah ingin memastikan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program ini. Kami akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan sebagai bagian dari strategi pengurangan kemiskinan,” ujarnya.

Program PKH Daerah ditujukan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat. Sasaran penerima mencakup warga kategori desil 1 hingga desil 5, termasuk lanjut usia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin yang memenuhi kriteria.

H A Rahman menjelaskan, penetapan penerima dilakukan melalui proses verifikasi berjenjang mulai dari usulan masyarakat di tingkat kelurahan, pengecekan lapangan, hingga validasi oleh Dinas Sosial. Mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan tepat sasaran.

Pada tahun ini, setiap keluarga penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan yang dicairkan setiap triwulan melalui perbankan. Pemerintah Kota Bima menggandeng BRI sebagai mitra penyalur untuk memastikan proses pencairan berlangsung aman, transparan, dan akuntabel.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menyerahkan secara simbolis buku tabungan dan bantuan kepada lima perwakilan penerima manfaat.

H A Rahman juga mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas keluarga seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok. Menurutnya, bantuan sosial bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Bantuan ini harus menjadi penyangga ekonomi rumah tangga sekaligus langkah menuju kehidupan yang lebih mandiri,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bima berharap PKH Daerah menjadi instrumen tambahan dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pendamping sosial hingga masyarakat, diajak memperkuat kolaborasi dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Sosial Lalu Sukarsana, jajaran staf ahli dan asisten, kepala OPD, camat, lurah, serta pihak BRI sebagai mitra penyalur bantuan. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI