Jamaah Haji Kota Bima sehat dan tuntas rukun haji, mayoritas pilih nafar awal

Kepala Kemenhaj Kota Bima H Eka Iskandar bersama jamaah haji.

kicknews.today – Kabar menggembirakan datang dari Jamaah Haji Kota Bima yang saat ini berada di Tanah Suci. Seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik hingga Jumat malam (29/5/2026) waktu Indonesia. Kondisi prima para jamaah tidak terlepas dari kesiapan dan dedikasi tim kesehatan haji kloter yang senantiasa siaga memberikan pelayanan serta mendampingi jamaah di setiap tahapan ibadah.

Kepala Kemenhaj Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan jamaah secara umum sangat baik. Menurutnya, seluruh jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah haji dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara petugas kloter, tim kesehatan, dan para jamaah sendiri.

“Hingga saat ini, Jamaah Haji Kota Bima telah menyelesaikan prosesi pelemparan jamrah di Mina. Sebagian besar jamaah memilih nafar awal, yakni melaksanakan pelemparan jamrah pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijjah. Setelah menyelesaikan pelemparan pada 12 Zulhijjah, jamaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah dengan melaksanakan Tawaf Ifadah, Sa’i, dan Tahalul,” jelas Eka, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, dengan selesainya rangkaian tersebut, seluruh rukun haji telah ditunaikan secara sempurna.

“Dengan selesainya rangkaian tersebut, seluruh rukun haji telah ditunaikan secara sempurna sehingga jamaah telah menyandang gelar haji dan hajah,” ujarnya.

Sementara itu, bagi jamaah yang memilih nafar tsani, mereka masih melanjutkan pelemparan jamrah pada 13 Zulhijjah di tiga lokasi, yakni Jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah. Setelah menyelesaikan prosesi tersebut, mereka juga akan melaksanakan Tawaf Ifadah, Sa’i, dan Tahalul sebagai penutup rangkaian rukun haji.

Dalam pelaksanaan Tawaf Ifadah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pakaian yang digunakan. Sebagian ulama membolehkan jamaah tetap mengenakan pakaian ihram, sementara sebagian lainnya membolehkan menggunakan pakaian biasa yang tetap sesuai syariat. Kedua pendapat tersebut sama-sama dapat diamalkan oleh jamaah.

Secara umum, jamaah yang mengenakan pakaian ihram lebih mudah mengakses area utama di sekitar Ka’bah. Sedangkan jamaah yang menggunakan pakaian biasa biasanya melaksanakan tawaf di area luar atau di lantai atas Masjidil Haram sesuai pengaturan yang berlaku.

Setelah seluruh rukun haji selesai ditunaikan, Jamaah Haji Kota Bima kini tinggal memperbanyak ibadah wajib dan sunnah selama menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air. Berbagai amalan seperti salat berjamaah lima waktu di Masjidil Haram, umrah sunnah, maupun badal umrah dapat terus dilaksanakan untuk menambah pahala dan keberkahan selama berada di Tanah Suci.

Sesuai jadwal, jamaah haji Kloter 11 asal Kota Bima dijadwalkan tiba di Lombok pada 15 Juni 2026 dengan waktu pendaratan sekitar pukul 10.10 Wita.

Eka berharap seluruh jamaah tetap menjaga kondisi kesehatan hingga masa kepulangan serta memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah dan doa.

Masyarakat Kota Bima pun diharapkan terus mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat sebagai haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI