kicknews.today – Universitas Swasta (UNSWA) Bima menargetkan sebanyak 80 persen dosennya bergelar doktor pada tahun 2030. Target ambisius ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing institusi dalam beberapa tahun ke depan.
Rektor UNSWA Bima, Dr. Tasrif M.Pd menyampaikan bahwa dalam kurun waktu empat tahun ke depan, kampus harus mampu bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang berkualitas. Salah satu kunci utamanya adalah penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualifikasi akademik dosen.

“Dalam jangka empat tahun ke depan, UNSWA harus menjadi kampus yang berkualitas. Pondasinya adalah SDM unggul. Saya ingin dosen-dosen memiliki kualifikasi doktor, dengan target 80 persen,” jelas Tasrif usai kegiatan kunjungan Direktur Pascasarjana Undiksha di Unswa, Senin (13/4/2026).
Saat ini kata Tasrif, jumlah dosen bergelar doktor di UNSWA masih tergolong minim. Dari sekitar 200 dosen yang ada, hanya sebagian kecil yang telah menyandang gelar doktor. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kampus untuk berbenah.
“Ini adalah kesempatan emas bagi kami. Saya mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualifikasi hingga doktor, bahkan sampai profesor,” tambahnya.
Dalam upaya mempercepat peningkatan kualitas SDM, UNSWA juga menjalin kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kehadiran Undiksha dinilai sangat membantu, terutama dalam sosialisasi program pascasarjana dan doktoral.
“Kedatangan Undiksha sangat kami apresiasi. Kami siap berkolaborasi, khususnya dalam pembinaan dan peningkatan SDM dosen,” ungkapnya.
Selain itu, UNSWA juga tengah merencanakan pembukaan program Pascasarjana (S2). Namun, pihak kampus menyadari bahwa kesiapan SDM menjadi faktor utama yang harus dipenuhi sebelum membuka program tersebut.
“Yang paling menantang dalam membuka program S2 adalah kesiapan SDM. Karena itu, saat ini kami fokus mempersiapkan tenaga dosen yang memenuhi syarat,” jelasnya.
Rencana pembukaan program S2 ditargetkan mulai dirintis pada tahun depan. Saat ini, UNSWA telah memiliki beberapa dosen bergelar doktor yang menjadi modal awal untuk memenuhi persyaratan pembukaan program studi.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kami buka,” pungkasnya. (jr)


