Bulog Bima siap serap 56 ribu ton jagung petani, harga 5.500 sampai 6.400 per kg

Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali.

kicknews.today – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima menyatakan kesiapan untuk menyerap sebanyak 56 ribu ton jagung pipil kering dari petani sepanjang tahun 2026. Harga pembelian yang ditetapkan bervariasi, mulai dari Rp 5.500 hingga Rp 6.400 per kilogram, tergantung pada kualitas dan standar kemasan yang dipenuhi.

Untuk harga tertinggi Rp 6.400 per kilogram, jagung harus dikemas dalam karung 70 kilogram, dengan kadar air maksimal 14 persen serta kandungan aflatoksin maksimal 500 PPB. Sementara itu, harga Rp 6.250 per kilogram diberlakukan bagi jagung dengan kemasan baru 50 kilogram, kadar air maksimal 14 persen, dan aflatoksin maksimal 500 PPB.

Adapun harga Rp 5.500 per kilogram berlaku untuk jagung dalam kemasan baru 50 kilogram, dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen serta kandungan aflatoksin maksimal 500 PPB.

Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali, mengungkapkan bahwa penyerapan jagung dari petani dilakukan sesuai dengan kapasitas gudang yang tersedia. Meski demikian, ia mengakui bahwa kuota tersebut masih belum sebanding dengan total produksi petani di wilayah Bima dan Dompu.

“Target kami Kancab Bima sebesar 56 ribu ton tahun 2026, sesuai dengan kapasitas kemampuan gudang. Kuota tahun ini juga meningkat dibanding tahun lalu yakni sebesar 21.840 ton,” ujar Alfan, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, jagung yang akan diserap wajib memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, termasuk adanya surat rekomendasi atau surat jalan dari bhabinkamtibmas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang disetorkan benar-benar berasal dari desa setempat.

“Kami berkomitmen untuk menyerap hasil panen jagung petani lokal di wilayah NTB guna memperkuat cadangan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI