kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan kegiatan pawai takbiran tetap dapat dilaksanakan meskipun waktunya bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama agar kedua kegiatan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan tertib.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar menegaskan bahwa pawai takbiran maupun perayaan Nyepi merupakan bagian dari praktik keagamaan masyarakat yang tidak boleh saling meniadakan. Menurutnya, kedua kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan dengan mengedepankan sikap saling menghargai.

Dia menjelaskan, sejak awal bulan Ramadan dirinya telah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat agar tetap menjaga toleransi apabila pawai takbiran dan Nyepi berlangsung pada waktu yang bersamaan.
“Dua-duanya tetap jalan dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, dan saling bertoleransi. Tidak boleh ada yang meniadakan Nyepi atau meniadakan pawai takbiran. Keduanya harus berjalan dengan semangat menghargai satu sama lain,” ujarnya, Senin (16/03/2026).
Najmul juga mengimbau masyarakat Lombok Utara agar menjalankan ajaran agama masing-masing tanpa mengganggu umat beragama lainnya. Ia meminta peserta pawai takbiran tetap menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi dengan memperhatikan sejumlah batasan, seperti durasi kegiatan maupun pengaturan suara.
Menurutnya, pawai takbiran merupakan bagian dari syiar agama Islam yang juga harus dihargai, sebagaimana umat Islam menghormati pelaksanaan Nyepi oleh masyarakat Hindu.
“Kita yang pawai takbir harus menghargai saudara-saudara kita yang sedang Nyepi. Mungkin ada batasan dari sisi lamanya kegiatan maupun dari sisi suara yang bisa diatur. Begitu juga saudara kita yang Nyepi diharapkan dapat memahami bahwa pawai takbiran adalah syiar agama Islam,” katanya.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Pemkab Lombok Utara juga menyiapkan langkah pengamanan dengan menambah personel yang bertugas selama malam pawai takbiran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, serta melibatkan unsur masyarakat seperti pecalang agar bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tutupnya. (gii/*)


