kicknews.today – Pemerintah Provinsi NTB memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan jelang Ramadan 1447 Hijriah hingga Idulfitri dan Iduladha 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB Lalu Moh. Faozal bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rantai pasok pangan, Rabu (21/12026).
Pemantauan diawali di Gudang Bulog NTB, Dasan Cermen. Dari hasil peninjauan, Plh Sekda menegaskan cadangan beras di NTB berada dalam kondisi sangat aman dan masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 154 ribu ton beras medium. Jumlah ini mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan, bahkan bisa sampai satu tahun,” ujarnya.
Selain beras, TPID NTB juga memantau ketersediaan protein hewani dengan meninjau PT Baling Baling Bambu di Bertais. Dari hasil koordinasi, stok telur dan daging ayam menjelang Ramadan dipastikan dalam kondisi terkendali.
Plh Sekda menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi petani dan peternak lokal. Upaya tersebut mencakup penyerapan gabah petani secara optimal serta dukungan terhadap ketersediaan pakan ternak.
“Kita memiliki potensi besar untuk swasembada pakan ternak ayam karena bahan baku, terutama jagung, sangat melimpah. Pemerintah akan membantu kelancaran distribusi pasar, khususnya telur yang masa simpannya relatif singkat, agar harga tetap stabil dan peternak terlindungi,” katanya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Provinsi NTB optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan Ramadan hingga hari besar keagamaan dapat terjaga. (wii)


