kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menatap tahun 2026 dengan optimisme terhadap penguatan sektor pariwisata. Meski sepanjang 2025 dihadapkan pada tantangan cuaca dan dinamika global, evaluasi kinerja menunjukkan indikator pariwisata KLU tetap melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Astuti mengatakan tahun 2025 awalnya diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata secara penuh pascapandemi Covid-19 dan masa pemulihan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan musim yang tidak menentu, yang turut memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke Lombok Utara.

“Kita berharap 2025 menjadi masa kejayaan pariwisata setelah COVID-19 dan masa pemulihan. Namun, ternyata masih ada kendala seperti cuaca dan musim yang tidak terduga,” ujar Dende, Senin (19/01/2026).
Berdasarkan data Indikator Kinerja Utama (IKU) Dispar KLU, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 tercatat mencapai 810.910 orang. Angka tersebut setara dengan 103,30 persen dari target 785.000 kunjungan, menunjukkan kinerja sektor pariwisata tetap tumbuh positif meski menghadapi berbagai tantangan.
Capaian positif juga terlihat pada rata-rata lama tinggal wisatawan atau length of stay yang mencapai 2,20 hari. Angka ini melampaui target 2,15 hari dengan persentase capaian sebesar 102,3 persen. Sementara itu, realisasi pendapatan dari retribusi wisata mencapai Rp 9.293.070.000 atau 103,25 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9 miliar.
Memasuki tahun 2026, Dispar KLU menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada strategi promosi, tetapi juga ditentukan oleh stabilitas keamanan daerah serta situasi global yang kondusif. Dengan basis kunjungan wisatawan yang telah menembus angka 810 ribu orang, capaian tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Harapan kita di tahun ini (2026) bisa lebih maksimal. Kuncinya adalah kondisi keamanan dan situasi dunia yang baik-baik saja,” tutupnya. (gii)


