kicknews.today – Varian baru virus influenza yang dikenal sebagai “super flu” tengah merebak di sejumlah wilayah di Indonesia dan memicu kekhawatiran masyarakat. Meski demikian, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini dinyatakan masih bersih dari kasus positif virus tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. Lalu Hamzi Fikri, menegaskan bahwa pihaknya terus memperketat pengawasan untuk menghalau masuknya virus ke wilayah NTB. Ia menyatakan bahwa pemantauan dan upaya pencegahan terus dilakukan di seluruh wilayah, dan hingga saat ini belum ada laporan kasus yang masuk ke pihaknya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, saat ini tercatat sebanyak 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di Tanah Air. Kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Dr. Fikri menjelaskan bahwa tren peningkatan kasus sebenarnya mulai terlihat sejak tahun 2025, di mana mayoritas kasus tertinggi menyerang kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan khususnya kelompok lanjut usia.
Karakteristik sebaran ini menyoroti pentingnya langkah pencegahan dini, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah, guna memutus rantai penularan yang berpotensi meluas dalam waktu singkat. Mengingat sifat virus ini yang menular dengan cepat, Kadinkes meminta masyarakat NTB untuk tidak lengah. Ia menekankan bahwa faktor kebersihan lingkungan dan perubahan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini menjadi pemicu utama yang memudahkan virus untuk menyerang kapan saja.

Sebagai langkah antisipatif, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan rutin mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang, aktivitas fisik harian, serta istirahat yang cukup menjadi kunci utama dalam menangkal infeksi. Keasihan sanitasi di lingkungan rumah dan sekitar juga harus diperhatikan agar tidak menjadi sarang penyebaran virus.
Terakhir, Dr. Fikri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan oleh informasi yang menyesatkan. Ia menegaskan bahwa kerja sama semua pihak dan kesadaran masyarakat sangat vital dalam mencegah masuknya virus ke wilayah NTB. Yang terpenting adalah menjaga kewaspadaan tanpa harus panik secara berlebihan, serta selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi terkait. (wii/*)


