Waspada! Gelombang 4 meter mengintai sejumlah perairan NTB

Ilustrasi gelombang laut.
kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), 29 September 2026.
Dalam informasi yang diterbitkan BMKG, sejumlah wilayah perairan NTB berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, M Andre Jersey mengatakan, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.
“Sementara itu, Selat Sape bagian selatan berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter,” jelasnya.
Adapun wilayah dengan gelombang relatif lebih rendah, yakni Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, Perairan Utara Sumbawa dan Selat Sape bagian utara, dengan ketinggian sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tinggi gelombang yang mencapai 2 meter atau lebih khususnya di wilayah perairan yang telah masuk dalam peringatan dini.
Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian bagi pengguna jasa transportasi laut. BMKG menyebut terdapat risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Risiko juga perlu diperhatikan oleh kapal tongkang saat kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal ferry ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.
Sementara untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, BMKG mengingatkan potensi risiko ketika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di sekitar perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, agar tetap waspada dan memperhatikan kondisi cuaca serta gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi, terutama para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut,” pungkasnya. (jr)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI