Perjuangan sejak 2021, Teres Genit kini berpacu menuju desa definitif

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri saat menghadiri acara syukuran dan penyambutan Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Rabu (21/10/2026). (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menegaskan bahwa Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Kecamatan Bayan, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan proses pemekaran desa berjalan sesuai ketentuan hingga menjadi desa definitif.

 

Penegasan tersebut disampaikan Kusmalahadi saat menghadiri acara syukuran dan penyambutan Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Rabu (21/10/2026). Dia mengingatkan bahwa pelantikan Pj kepala desa bukanlah akhir dari perjuangan pemekaran, melainkan awal dari tahapan panjang yang harus dituntaskan.

 

Mengawali sambutannya, Kusmalahadi menyampaikan ucapan selamat kepada Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit yang telah dilantik Bupati Lombok Utara pada 16 Oktober 2026. Namun, ia meminta masyarakat tidak larut dalam euforia karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

 

“Selamat atas dilantiknya pejabat Desa Persiapan Teres Genit. Namun, ini bukan untuk membuat masyarakat terlalu bersenang-senang atau bereuforia karena tugas pejabat ini berat. Masih panjang proses yang dilalui sehingga desa ini bisa definitif,” tegasnya.

 

Menurut Kusmalahadi, terdapat delapan tugas pokok yang harus dilaksanakan Pj kepala desa sebagaimana tertuang dalam surat keputusan (SK). Tugas tersebut meliputi penetapan batas desa, pembentukan struktur perangkat desa, hingga pembukaan akses antarwilayah desa.

 

Dia menekankan, keberhasilan pemekaran sangat bergantung pada kinerja Pj kepala desa dalam menjalankan tugas selama satu tahun ke depan. Karena itu, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh persyaratan administrasi dan pemerintahan dapat dipenuhi.

 

“Alhamdulillah, dari cerita ketua pemekaran dan kepala desa, masyarakat Desa Teres Genit ini kompak. Tentunya ini baru langkah awal. Nanti Pj mempunyai alasan untuk dipertahankan karena jika dalam satu tahun tugas beliau tidak berhasil, tentu menjadi evaluasi tersendiri,” ujarnya.

 

Kusmalahadi juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam memenuhi persyaratan pemekaran dapat berdampak pada keberlanjutan status desa persiapan. Desa tersebut berpotensi kembali berada di bawah naungan desa induk, yakni Desa Bayan.

 

Selain pemekaran Desa Persiapan Teres Genit, Kusmalahadi turut menyinggung rencana pemekaran Kecamatan Bayan menjadi dua wilayah, yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Bayan Barat. Untuk memenuhi persyaratan minimal 10 desa di setiap kecamatan, pemerintah daerah berencana mengambil tiga desa dari Kecamatan Kayangan untuk masuk ke wilayah kecamatan baru tersebut.

 

Dia berharap masyarakat Teres Genit tetap menjaga kekompakan dan memberikan dukungan penuh kepada Pj kepala desa agar perjuangan pemekaran yang telah dimulai sejak 2021 tidak berakhir sia-sia.

 

“Ini doa dan ikhtiar kita bersama supaya tidak sia-sia usaha tim pemekaran desa selama lima tahun, dari 2021 sampai 2025. Masyarakat Desa Persiapan Teres Genit bisa betul-betul mendukung pejabat kepala desanya,” pungkasnya.

 

Sementara, Kepala Desa Bayan, Satradi menilai kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal utama untuk mengantarkan Desa Persiapan Teres Genit menjadi desa definitif.

 

Dia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan penyambutan Pj kepala desa. Menurutnya, warga secara sukarela mengumpulkan iuran berupa beras, uang, dan bentuk sumbangan lainnya demi kelancaran acara tersebut.

 

“Di mana masyarakat dengan kekompakan secara sukarela mengumpulkan iuran, baik berupa beras, uang, dan lainnya untuk menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

 

Satradi menilai semangat kebersamaan tersebut menjadi modal dasar dalam menjalankan pemerintahan desa persiapan sekaligus memenuhi tahapan menuju desa definitif.

 

Dalam kesempatan itu, Satradi juga secara resmi menyerahkan wilayah Desa Bayan yang mencakup enam dusun kepada Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit. Keenam dusun tersebut yakni Montong Baru, Batu Jompang, Teres Genit, Dasan Tutul, Nangka Rempek, dan Bual.

 

“Kami akan serahkan sebagian harta kekayaan Desa Bayan ini sepenuhnya kepada penjabat yang ada di enam dusun ini. Amanah ini silakan dibawa, kemudian antar sampai dengan definitif,” ucapnya.

 

Dia menegaskan, pemekaran desa bukan bertujuan memecah belah masyarakat, melainkan untuk mendekatkan jangkauan pemerintahan, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

“Tujuannya bukan memecah belah, tetapi mempermudah dan mempercepat pelayanan, mempercepat pembangunan, kemudian memperdekat akses pelayanan,” jelasnya.

 

Satradi pun menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pemekaran hingga Teres Genit berstatus definitif, termasuk mendorong pembangunan kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat.

 

“Kami yakin dan percaya selama itu memegang kekuasaan di sini, kita akan doakan dan mudah-mudahan itu bisa definitif,” harapnya.

 

Di sisi lain, Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Raden Srigede mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, untuk mengemban amanah tersebut.

 

Dia menyebut penugasan di Teres Genit merupakan pengalaman keduanya sebagai Pj kepala desa. Sebelumnya, ia pernah menjabat Pj Kepala Desa Andalan pada 2015.

 

“Ini merupakan amanah untuk kedua kalinya sebagai penjabat kepala desa. Pengalaman pertama pada tahun 2015 saat dilantik sebagai Pj Kepala Desa Andalan,” ungkapnya.

 

Raden Srigede mengaku merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Teres Genit. Kesamaan kecintaan terhadap seni tradisional menjadi salah satu hal yang menurutnya dapat mempererat hubungan dan membuka ruang kolaborasi bersama masyarakat.

 

“Saya bisa berkolaborasi bersama teman-teman, terutama sama-sama pencinta seni tradisional. Sehingga hari ini saya tidak merasa menjadi tamu di Teres Genit ini, tetapi salah satu dari anggota keluarga,” tuturnya.

 

Dia optimistis semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan cita-cita bersama. Berbekal pengalamannya sebagai Pj kepala desa, ia berharap proses pemekaran Teres Genit dapat berjalan lebih cepat dibandingkan pengalaman yang pernah dilaluinya.

 

Menurutnya, Desa Persiapan Teres Genit telah menerima nomor register sehingga menjadi salah satu modal untuk melanjutkan tahapan menuju desa definitif.

 

“Kita yakin Desa Teres Genit tidak lagi menjadi persiapan, tetapi menjadi desa definitif dalam waktu cepat,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI