Pemilik perusahaan desak polisi tangkap pelaku pembakaran hotel di Lombok Timur

kicknews.today – Management PT Tamada Pumas Abadi mendesak aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembakaran dan perusakan aset dan hotel miliknya di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (31/1).

“Tidak ada kata lain selain tangkap dan proses para pelaku tindak kriminal, seperti ini sudah sangat brutal dan kelewatan,” tegas Manager PT Tamada Pumas Abadi, Surya Jaya, Jumat (3/2) di Jerowaru.

Jaya mengungkap beberapa gangguan dirasakan perusahaan dari sebelum akan melakukan  pembangunan fisik hotel pada 2018 lalu, bahkan dari sejak clearance lahan. Sejak tahun itu pihaknya kerap dizalimi. Bahkan dalam satu bulan terakhir, setelah sebelumnya terjadi lima kali perusakan dan dua kali dilakukan perusakan fisik.

“Kalau ditotalkan menjadi 7 kali yang puncaknya pada pembakaran fasilitas hotel,” ungkapnya.

Terkait persoalan ini, Pemda Lombok Timur seolah tak mau ambil pusing. Pasalnya tidak ada respons serius menanggapi setiap laporan yang dilayangkan perusahaan.

“Setiap ada gangguan kami lapor kepada APH maupun Pemda, tapi tanggapannya biasa-biasa saja,” katanya.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh warga tersebut dianggap berbanding terbalik dengan manfaat yang dipersembahkan perusahaan selama ini. Jaya mengaku, PT Tamada Pumas Abadi telah banyak berkontribusi untuk pembangunan Desa Seriwe khususnya dan desa-desa tetangga umumnya.

Seperti, membuka akses listrik dan jalan, termasuk penghijauan telah ditunaikan. Bahkan penghijauan ini bukan hanya mereka lakukan di areal PT Temada melainkan juga di lokasi-lokasi pantai lain bersama Pokdarwis serta para pelaku wisata lainnya. Selain itu, pihaknya juga memberikan bibit pohon secara gratis.

“Kalau soal penghijauan kami tidak tanggung-tanggung. Tetapi apa, tumbuhan yang sudah kita tanam dengan cucuran keringat kerap dirusak oknum tak bertanggung jawab dan saat ini yang dulunya di tempat tersebut tidak ada satu batang pohon pun yang hidup, kering dan tandus. Namun Alhamdulillah saat ini ribuan pohon dari berbagai jenis termasuk kurma berhasil tumbuh dengan baik, setelah beberapa kali gagal,” katanya.

Tidak hanya itu, pihak perusahaan juga banyak berkontribusi dalam bhakti sosial, seperti santunan anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu serta membangunkan beberapa berugak (gazebo) untuk masyarakat berteduh saat beraktifitas proses rumput laut dan menghidupkan Pokdarwis desa setempat. Bahkan proses pembangunan dan karyawan hotel memanfaatkan warga setempat.

“Bila mana ada masyarakat yang mengatakan ada gangguan atau akses jalan yang ditutup, itu tidak benar. Kami hibahkan lahan kami sekitar 50 are, itu akses murni dari pihak perusahaan,” katanya.

Meski demikian, perusahaan mengaku tidak berputus asa untuk menjalin hubungan baik dengan warga. Dengan catatan pihak kepolisian dan Pemda Lombok Timur segera menyelesaikan persoalan yang dianggap pelik ini.

“Semoga pihak kepolisian segera menyelesaikan persoalan ini agar kami sebagai pengembang bisa percaya diri untuk membangun,” harapnya.

Kalau terus-terusan seperti ini kata dia, pihaknya akan berpikir panjang, bahkan para investor akan kabur karena tidak ada jaminan keamanan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta stakeholder dalam hal ini pihak terkait untuk memberikan keamanan sehingga akan terwujud kenyamanan investor yang akan berinvestasi di wilayah tersebut.

“Jangan hanya kewajiban saja, seperti membayar pajak dan permintaan sumbangan lainnya, akan tetapi hak-hak mereka sebagai investor juga harus terpenuhi seperti jaminan keamanan utamanya,” tegas Jaya.

Untuk diketahui, polisi telah periksa 7 saksi pembakaran bangunan hotel diantaranya dua anggota Polsek Jerowaru dan staf PT Tamada.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan, kasus tersebut sedang diproses. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, termasuk dua anggota polisi. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI