MotoGP Mandalika 2023 tanpa polisi ‘nyamar’ jadi Marshal

kicknews.today – Event MotoGP 2023 di Sirkuit Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berakhir sukses, Minggu (15/10). Sejumlah pejabat tinggi negara dan ratusan ribu penonton menyaksikan langsung balapan kelas dunia tersebut.

Event MotoGP Mandalika 2023 berbeda dengan MotoGP Mandalika 2022. Pada MotoGP Mandalika tahun lalu sejumlah personil kepolisian dilibatkan sebagai marshal. Menariknya, keberadaan mereka pun tidak banyak yang tahu, termasuk pihak Dorna. Sementara pada MotoGP Mandalika 2023, polisi tidak dilibatkan lagi sebagai marshal.

“Berdasarkan data, tidak ada (polisi jadi Marshal),” kata Kabid Humas Polda, Kombes Pol Arman A Syarifuddin SIK, Selasa (17/10).

Pada MotoGP 2022, keterlibatan anggota polisi sebagai marshal sangat menarik perhatian.  Banyak yang mengira semua anggota Marshal direkrut pada MotoGP 2022 dari masyarakat sipil. Belakangan diketahui, beberapa diantara mereka merupakan pasukan khusus dari Brimob Polda NTB dan Tim SAR. Bahkan pihak Dorna sekalipun tidak sadar ada personil Brimob dalam keanggotaan Marshal di event MotoGP Mandalika 2022.

Seperti yang diceritakan salah satu anggota Brimob Polda NTB, Aipda Abubakar waktu itu. Selama tiga hari event MotoGP 2022, sebanyak 75 anggota Brimob dilibatkan dalam Marshal. Mereka diutus Kapolda NTB berdasarkan permintaan MGPA.

Sebanyak 71 anggota Brimob disebar dalam beberapa kelompok. Yakni, radioman, motor taxi dan mobile IPS. Selama bertugas para anggota marshal juga dilengkapi dengan alat radio komunikasi Handy Talky (HT).

“Jadi, jelang MotoGP kami dilatih untuk mengoperasikan HT oleh Radioman MotoGP, Emanuel,“ jelas Abubakar di Media Center, Sabtu (19/3) lalu.

Saat itu, Radioman MotoGP tidak mengetahui bahwa sebagian anggota Marshal adalah Brimob. Ia pun sempat ragu dengan waktu tersisa jelang MotoGP, anggota Marshal bisa mengoperasikan HT.

Namun, para anggota Brimob tersebut meyakinkan Radioman MotoGP bahwa mereka bisa. Bahkan mereka siap mengundurkan diri jika tidak mampu menguasai teknologi radio dalam jangka waktu dua hari.

“Di situ dia (Pelatih Marshal MotoGP) kaget, bahkan sempat bilang kok orang Indonesia hebat, bisa menguasai HT secepat ini. Karena menurut mereka butuh waktu lama untuk mengoperasikan HT di event besar seperti ini. Tapi, dia tidak tahu bahwa kami sudah lebih dulu menguasai teknologi itu,” sebut Abubakar.

Karena kagum, radioman itu sempat bertanya tentang profesi mereka. Namun, para Brimob itu menutupi identitas mereka dan mengaku hanya sebagai masyarakat biasa.

“Rekan-rekan dari Malaysia juga kaget dengan kemampuan cepat itu. Mereka juga tidak tahu bahwa kami adalah Brimob,” ceritanya.

Abubakar juga menceritakan selama tiga hari event mereka bekerja sangat baik. Tidak ada kendala sedikitpun. Pihak Dorna dan Radioman mengapresiasi kerja Marshal yang mampu mensukseskan MotoGP tanpa kendala sedikitpun.

“Ini suatu kebanggan buat kami. Bukan cuma saat MotoGP, kami juga sudah dilibatkan saat Pramusim dan WSBK sebelum,” pungkasnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI