kicknews.today – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series (MMRS) dinilai memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas dan daya saing pembalap Indonesia. Setelah berjalan selama empat tahun, kompetisi balap motor tersebut mulai menunjukkan hasil melalui lahirnya pembalap-pembalap nasional yang mampu bersaing hingga level Asia, Eropa, bahkan dunia.
CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra mengatakan, perkembangan kemampuan pembalap Indonesia semakin terlihat sejak MMRS menjadi wadah kompetisi nasional yang konsisten. Pembalap tidak hanya mendapatkan kesempatan bertanding, tetapi juga pengalaman dan jam terbang yang menjadi modal penting untuk menembus persaingan internasional.
Menurutnya, sebelum MMRS berkembang, pembalap Indonesia masih cukup kesulitan bersaing dengan pembalap Jepang maupun Malaysia di level Asia. Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Saat ini, pembalap Indonesia dinilai sudah semakin kompetitif di berbagai kelas dan memiliki peluang untuk meraih gelar juara.
“Perkembangan skill pembalap kita dengan adanya MMRS ini sangat luar biasa. Sekarang pembalap Indonesia sudah kompetitif di semua kelas Asia. Bahkan, untuk menjadi juara bukan hal yang tidak mungkin lagi,” ungkap Eddy, Sabtu (7/11/2026).
Dia menyebut sejumlah pembalap seperti Veda dan Aldi yang telah menorehkan prestasi di level dunia, serta Araya dan para pembalap junior lainnya yang dinilai mulai siap menghadapi persaingan internasional.
Eddy menegaskan, kompetisi nasional seperti MMRS menjadi fondasi penting sebelum pembalap melangkah ke kejuaraan internasional. Sebab, pembalap harus memiliki rekam jejak prestasi di dalam negeri agar mampu bersaing secara kompetitif di level yang lebih tinggi, bukan sekadar menjadi peserta.
Untuk memperluas peluang tersebut, PRIDE Motorsport juga menyiapkan langkah strategis pada musim mendatang melalui kerja sama dengan Didi Racing. Kolaborasi ini diarahkan untuk membuka jalan bagi pembalap-pembalap berprestasi agar bisa mendapatkan kesempatan berkompetisi di Eropa hingga kejuaraan dunia.
Eddy mengakui, selama ini keterbatasan pembiayaan menjadi salah satu kendala utama dalam mendorong pembalap nasional menuju level internasional. Karena itu, dukungan Didi Racing diharapkan dapat menjadi solusi, terutama dalam memberikan kesempatan dan pembiayaan bagi talenta-talenta terbaik Indonesia.
Untuk sementara, PRIDE Motorsport belum berencana membentuk tim sendiri di Eropa maupun kejuaraan dunia. Pihaknya akan menjalin kontrak dan bekerja sama dengan tim yang sudah beroperasi di negara tujuan, mengingat membangun tim di level tersebut membutuhkan persiapan dan sumber daya yang tidak sedikit.
“Untuk level Asia kita sudah bisa punya tim sendiri. Tetapi untuk Eropa dan dunia, tentu kita akan bekerja sama dengan tim yang ada di sana. Kendala kita selama ini adalah keuangan, dan Didi Racing bersedia memberikan dukungan sampai ke level dunia,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penyelenggaraan MMRS musim berikutnya, Eddy memastikan kompetisi tersebut direncanakan kembali bergulir dengan lima seri. Pelaksanaannya dijadwalkan mulai April 2027 atau setelah Lebaran, dengan format yang secara umum tidak jauh berbeda dari musim sebelumnya.
“Kami ada rencana penambahan satu kelas dengan kapasitas mesin lebih besar, yakni 600 cc hingga 900 cc. Kelas ini nantinya diproyeksikan menjadi wadah bagi pembalap yang telah memiliki prestasi untuk mendapatkan pengalaman tambahan sebelum melangkah ke persaingan Eropa dan dunia,” tutupnya. (gii/*)



