Miliki 43 ribu eksemplar buku, Perpustakaan KLU perkuat budaya literasi

Staf Perpustakaan KLU saat masukan data untuk buku baru. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan tren positif. Sepanjang September 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 4.570 orang. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh kerja sama dengan sekolah yang melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas literasi, mulai dari membaca buku hingga menyusun resensi.

 

Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Lombok Utara, Doni Tarapi mengatakan, meningkatnya kunjungan menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan minat baca masyarakat di daerah tersebut.

 

“Alhamdulillah, untuk beberapa bulan terakhir ini kunjungan kita meningkat. Salah satunya karena kami bekerja sama dengan beberapa sekolah, dengan meminta siswa datang ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas, seperti membaca buku dan menulis resensi,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).

 

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Doni, jumlah kunjungan pada September 2026 mencapai 4.570 orang. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 4.604 pengunjung.

 

Meski demikian, aktivitas kunjungan ke perpustakaan dinilai masih cukup tinggi. Pada September, pengunjung didominasi kalangan pelajar sebanyak 2.666 orang. Sementara itu, mahasiswa tercatat sebanyak 764 orang dan pengunjung dari kalangan umum mencapai 1.140 orang.

 

Doni menjelaskan, jumlah kunjungan biasanya meningkat pada periode tertentu, seperti pertengahan semester, awal tahun ajaran baru, serta September hingga November. Pada masa ramai, kunjungan bahkan dapat mencapai sekitar 5.000 orang per bulan. Adapun pada periode yang relatif sepi, jumlah pengunjung umumnya masih berada di atas 3.000 orang.

 

Menurutnya, pengukuran minat baca masyarakat tidak hanya dapat dilihat dari kunjungan ke perpustakaan. Indikator lain, seperti jumlah peminjaman buku dan capaian literasi siswa melalui Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), juga dapat menjadi bahan untuk melihat perkembangan literasi.

 

Di sisi lain, perkembangan teknologi turut mendorong perpustakaan menyediakan akses bacaan digital melalui aplikasi e-Pustaka Lombok Utara yang dapat diunduh pada perangkat Android. Namun, Doni mengakui, pemanfaatan layanan digital tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

 

“Kalau untuk perpustakaan digital, jumlah kunjungannya masih cenderung stagnan. Salah satu kendalanya, koleksi buku yang tersedia terkadang belum diperbarui,” jelasnya.

 

Saat ini, Perpustakaan KLU memiliki sekitar 43.000 eksemplar buku yang telah terdata dalam aplikasi Inlislite. Pihaknya juga sedang melakukan stock opname atau pemeriksaan fisik koleksi untuk mencocokkan jumlah buku dengan data yang tercatat. Proses tersebut baru berjalan sekitar 50 persen.

 

Untuk menjaga minat baca masyarakat, pihaknya berupaya menyesuaikan pengadaan buku dengan kebutuhan pembaca. Sebelum melakukan pengadaan, perpustakaan terlebih dahulu melakukan survei, termasuk dengan mendatangi sekolah-sekolah guna mengetahui jenis bacaan yang diminati siswa dan masyarakat.

 

“Kami mencoba memfasilitasi buku apa yang ingin dibaca masyarakat. Sebelum pengadaan, kami melakukan survei terlebih dahulu supaya koleksi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan pembaca,” katanya.

 

Selain layanan di gedung perpustakaan, upaya peningkatan literasi juga dilakukan melalui perpustakaan keliling yang menyasar sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Bahkan, pengelola TBM diberi kesempatan meminjam koleksi buku untuk dibawa ke tempat mereka, dengan sistem pergantian setiap tiga bulan.

 

Melalui pola tersebut, pengelola TBM dapat memperbarui koleksi bacaan secara berkala tanpa harus menyediakan seluruh buku secara mandiri. Doni menilai, keberadaan TBM menjadi bagian penting dalam memperluas akses bacaan masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh layanan perpustakaan.

 

“TBM ini juga menjadi tulang punggung kami dalam meningkatkan literasi masyarakat Lombok Utara. Karena itu, kami berupaya membantu dengan memfasilitasi peminjaman buku agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bacaan,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI