kicknews.today – Mandalika Racing Series (MRS) terus didorong menjadi wadah pembinaan sekaligus jalur pengembangan pembalap nasional menuju kompetisi internasional. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyelaraskan regulasi balap MRS dengan Asia Road Racing Championship (ARRC), sehingga pembalap yang berlaga di kedua kejuaraan tersebut tidak perlu lagi melakukan penyesuaian terhadap aturan kompetisi.
Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono mengatakan, penyamaan regulasi tersebut difokuskan pada aspek sporting regulation. Dengan demikian, standar kompetisi MRS diharapkan semakin mendekati level kejuaraan balap motor tingkat Asia.
“Harapannya nanti teman-teman yang berlomba di MRS, ketika mereka juga berlomba di ARRC, sudah tidak ada perbedaan dari sisi regulasi. Target kita, MRS minimal bisa berada di level yang sama untuk kawasan Asia,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kesetaraan tersebut tidak hanya diterapkan pada regulasi perlombaan, tetapi juga mencakup infrastruktur dan dukungan teknis penyelenggaraan. Mulai dari kesiapan marshal, race control, hingga berbagai perangkat pendukung balapan tetap mengacu pada standar internasional yang digunakan dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia.
Donny menjelaskan, MRS dirancang sebagai jenjang pembinaan pembalap, mulai dari kelas pemula hingga pembalap yang dinilai siap bersaing di tingkat internasional. Setiap kelas memiliki peran berbeda, baik untuk membangun kemampuan dasar maupun mempersiapkan pembalap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Karena itu, pembinaan dalam MRS tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis di lintasan. Aspek mental, sikap, kedisiplinan, dan perilaku juga menjadi perhatian penting agar para pembalap muda memiliki kesiapan menyeluruh sebelum memasuki kompetisi internasional.
“Harapan kami, adik-adik di kelas pembibitan bisa mulai melatih diri, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga mental, attitude, dan behavior. Sehingga ketika suatu saat berada di level internasional, mereka tidak perlu lagi beradaptasi, melainkan tinggal mengembangkan kemampuan,” jelasnya.
Di sisi lain, MGPA juga berencana memperluas pemanfaatan Sirkuit Mandalika. Tidak hanya untuk penyelenggaraan balap motor dan mobil, kawasan sirkuit ke depan diharapkan semakin terbuka bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan circuit experience.
“Melalui kegiatan ini nantinya publik berkesempatan merasakan pengalaman berkendara langsung di lintasan balap, tentunya dengan tetap memperhatikan batasan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan,” tutupnya. (gii/*)



