DPRD Lobar: CSR PT AMGM itu hak warga lingkar sumber mata air

kicknews.today – DPRD Lombok Barat heran dan mempertanyakan mengapa PT Air Minum Giri Menang (AMGM) yang tak memberikan corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar sumber mata air perusahaan itu. Bahkan kabarnya sudah hampir empat tahun CSR itu tak diberikan kepada Desa Lembah Sempage.

“Kenapa bisa seperti itu, kan itu hak mereka,” ujar Anggota DPRD Lobar Daerah Pemilihan Narmada-Lingsar, H Ahmad Zainuri yang dikonfirmasi, Rabu (7/6).

Ia menilai perusahaan plat merah itu tak memiliki perhatian kepada masyarakat maupun desa tempat perusahaan itu mengambil sumber daya alamnya. Padahal CSR itu penting untuk merawat kemurnian dan kejernihan dari sumber mata air.

“PDAM ini kok tidak perhatian,” katanya.

Langkah desa memperjuangkan untuk memperoleh CSR itu pun mendapat apresiasi dari pria asal Narmada itu. Bahkan ia mengharapkan perusahaan itu tidak hanya mementingkan memperoleh keuntungan semata, namun juga memperhatikan kesejahteraan dari masyarakat lingkaran sumber mata air itu.

“Dirut Itu harus mengawal kesejahteraan masyarakat, tidak hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya saja,” ucapnya.

Sudah banyak masyarakat Lombok Barat yang mengeluhkan tingginya tarif air yang ditetapkan oleh perusahaan milik daerah itu. Bahkan beberapa waktu lalu masyarakat mendemo meminta agar tarif itu diturunkan.

Harusnya kata Zainuri perusahaan itu memberikan tarif yang serendah-rendahnya bagi masyarakat sesuai amanatnya pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Terlebih sumber mata air dari Lombok Barat begitu bagus tanpa harus banyak diolah seperti daerah lainya, sehingga siapapun yang menjadi pimpinan atau Dirut di PT AMGM tinggal menjalankan saja.

“Kami minta harga kubikasi air itu serendah-rendahnya kalau perlu pendapatannya itu hanya cukup untuk biaya operasional perusahaan itu tidak masalah. Tidak apa-apa dividen tidak diperoleh demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembah Sempage Kecamatan Narmada, Mohamad Adi mengaku desanya sudah tak menerima CSR hampir empat tahun, dan terakhir diterima pada sekitar awal 2019 lalu.

“Terakhir itu awal-awal saya menjabat sebagai Kepala Desa sekitar tahun 2019. Sampai sekarang tidak ada lagi,” kata dia.

Menurutnya Desa Lembah Sempage saat itu menerima dana CSR dari BUMD itu sebesar Rp 65 juta, sesuai debit air yang diambil oleh PT AMGM. Bahkan ia mengatakan desa lain sumber air ada yang memperoleh sampai ratusan juta saat itu.

Dana CSR yang diberikan kepada desa itu sudah diatur secara rinci peruntukannya oleh PT AMGM. Total desa penerima ada sembilan yang tersebar di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar.

Namun setelah tidak ada lagi kucuran dana CSR dari perusahaan itu, warga hanya menerima bantuan berupa 150 paket sembako Lebaran tiap desa.

“Pokoknya setelah tidak ada CSR itu nggak ada kegiatan, seharusnya itu dilakukan setiap tahun. Kami berharap PT. AMGM ini dapat memberikan CSR itu setiap tahun untuk mendanai kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa,” harapnya. (ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI